Iklan

Pria di Tanobato Sudah 5 Hari Hilang Usai Mengambil Kayu di Hutan

0

Mandailing Natal, Panyabungan Selatan – Pria bernama Fahruddin (58) warga Jembatan Bosi Kelurahan Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandiling Natal (Madina), Provinsi Sumut dinyatakan hilang usai mengambil kayu di hutan. Petugas tim SAR gabungan hanya mengikuti petunjuk bengkahan kayu, topi, celana dan jejak kaki korban yang tidak tentu arah.

“Hari kelima ini tim turun menuju dari tower putusan desa Pagaran Gala Gala, ini mengikuti temuan terakhir,” ujar M. Rizal Rangkuti, Danpos Basarnas Madina kepada Harian Kriminal, Jum’at (13/1/2023) sore di Tanobato.

Tim SAR gabungan yang turun, personil TNI dari Kompi Batalion 123 Rajawali, Polsek Panyabungan Selatan, Basarnas Madina, Personil TNBG, warga Tanobato, Roburan Dolok dan warga Desa Aek Holbung.

Dalam proses pencarian hari ini, timnya akan kembali melakukan penyisiran.

“Kami arahkan tim melakukan penyisiran kembali, jika hingga hari ketujuh korban tidak ketemu, maka sesuai SOP, pencarian akan kami hentikan,” kata Rizal.

Rizal pun enggan berspekulasi terkait keberadaan Fahruddin yang hingga kini belum ditemukan.

“Sesudah 7 hari pencarian baru bisa Basarnas Madina ambil kesimpulan,” jelasnya.

Sebelum pergerakan unsur pencarian, Basarnas Madina sudah memiliki titik koordinat yang ditentukan Rencana Operasi (Ren Ops) SAR Medan.

“Jadi, kami pun setiap bekerja dipantau dari titik koordinat yang dilaporkan,” pungkasnya.

Pantauan, hingga pukul 16.30 Wib di pencarian hari kelima belum ada temuan petunjuk baru yang didapatkan. Sebelumnya telah ditemukan jejak kaki, bengkahan kayu yang dibawa korban, topi dan celana.

Fahruddin (58) dikabarkan hilang di kawasan hutan yang ada Desa Pagaran Gala Gala sejak Minggu sore (8/1/2023). Saat itu Fahruddin tidak pulang hingga waktu maghrib usai bersama tiga rekannya membabat rumput kebun.

“Karena tak kunjung kembali, istri korban akhirnya meminta bantuan keluarga dan rekannya yang bertiga untuk melakukan pencarian ke lokasi yang dilakukan pada malam hari itu juga hingga pagi, tapi tetap tidak ketemu,” terang Lurah Tanobato Sahnul Harahap.

Lantaran tak kunjung ketemu, pihak keluarga pun akhirnya berkoordinasi dan melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Tim SAR Gabungan pun dibentuk, namun dari hari pertama hingga kelima pukul 16.30 wib, Fahruddin belum juga ditemukan.