Ade Fatimah vs Agus Setiawan, Kakak-Adik Siap Bertarung di Konfercab PGRI Cilamaya Wetan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ade Fatimah vs Agus Setiawan, Kakak-Adik Siap Bertarung di Konfercab PGRI Cilamaya Wetan

 

KARAWANG //  Suasana jelang Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, dipastikan bakal berlangsung menarik dan penuh warna. Pasalnya, dua calon ketua yang akan bertarung dalam ajang tersebut merupakan kakak beradik, yakni Ade Fatimah, Kepala SDN Tegalwaru 1 (Incumben) dan Agus Setiawan, Kepala SDN Muara 1.

Konfercab yang dijadwalkan bakal berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025 mendatang akan menjadi momentum penting bagi para tenaga pendidik di Cilamaya Wetan untuk menentukan arah organisasi PGRI ke depan. Dengan jumlah pemilih sebanyak 36, dari jumlah tersebut satu pemilih mewakili 21 anggota.

Baca Juga :  Tim SMAN Cilamaya Juara Fahmil dan Syarhil Qur’an di MTQ Cilamaya Wetan

Ketua Panitia Konfercab, Kosasih, mengatakan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah mencapai tahap akhir. “Panitia sudah siap menyelenggarakan konferensi dengan tertib dan demokratis. Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan penyegaran kepemimpinan di tubuh PGRI Cilamaya Wetan,” ujarnya, Sabtu 25 Oktober 2025.

Sementara itu, dinamika pencalonan antara kakak dan adik ini menjadi perbincangan hangat di kalangan guru. Meski bersaing dalam pemilihan, keduanya sama-sama dikenal aktif dan berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan.

Baca Juga :  Kasek SMKN 1 Banyusari Beri Jawaban, Usai Pimpin Apel Langsung Rapat Dinas

“Ini bukan soal rivalitas keluarga, tapi tentang niat berkontribusi untuk organisasi. Siapapun yang terpilih nanti, kami tetap satu keluarga besar PGRI,” ujar salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.

Konfercab PGRI Cilamaya Wetan tahun ini diharapkan berjalan demokratis, terbuka, dan mampu melahirkan pemimpin baru yang mampu memperjuangkan aspirasi guru serta meningkatkan solidaritas sesama tenaga pendidik. (Irwan)

Berita ini 4 kali dibaca