Peserta PKP Angkatan IV BPSDM Sumut Studi Lapangan Ke Dinkes Tangerang Selatan

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ket.Gambar : Peserta PKP Angkatan IV BPSDM Sumut

Tangsel – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV Tahun 2026 BPSDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Studi Lapangan (STULA) ke Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2026). Sebanyak 20 peserta didampingi Mentor Ahmat Sopian Lubis, S.Sos., M.IP., dengan narasumber Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Tangerang Selatan, dr. Fitria Oriza.

Kegiatan dibuka Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davine, yang menegaskan studi lapangan menjadi ruang berharga berbagi pengalaman dan memperluas wawasan penyelenggaraan pelayanan publik. “Setiap daerah memiliki pendekatan masing-masing. Kita saling berbagi, melihat praktik berjalan, dan mengambil pembelajaran yang relevan untuk dikembangkan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Mewakili Kepala BPSDM Sumut, Dr. Agustinus, S.SiT., M.T., menekankan bahwa peserta tidak hanya melihat dan mempelajari, tetapi harus mampu menganalisis praktik baik, menemukan hal yang relevan, dan mengadaptasinya menjadi perbaikan yang sesuai kebutuhan organisasi.

Baca Juga :  FTBI Cilamaya Wetan Semarak, 80 Siswa dari 36 SD Adu Bakat Bahasa dan Sastra Sunda

Kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik baik peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan empat fokus utama: pelayanan berkualitas, masyarakat sehat, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.

Peserta mempelajari strategi pemenuhan kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, penyakit menular dan tidak menular, hingga akses serta mutu pelayanan kesehatan. Identifikasi kebutuhan didasarkan pada data akurat, pemantauan, survei kepuasan, dan konsultasi publik.

Sejumlah inovasi unggulan dipaparkan, antara lain Ngider Sehat Premium, Ruang Ular Arena Penanganan Stunting, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, serta Kader Remaja DOREMI. Keberhasilan ini didukung kepemimpinan visioner, pembagian tugas sesuai kompetensi, koordinasi efektif, dan pemantauan berkelanjutan.

Baca Juga :  Prestasi Gemilang: Yasya V Putri Pakkar Siswi MTsN 1 Karawang Raih Mendali Emas dalam Pekan Sains dan Olimpiade Nasional 2025

Peserta juga belajar pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan BPJS Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci keberlanjutan program pelayanan kesehatan.

Ketua Tim Kelompok Ganjil, Zaqi Munahar, menyampaikan pembelajaran terpenting adalah bagaimana inovasi lahir dari kebutuhan masyarakat dan dijalankan melalui kepemimpinan serta kolaborasi yang kuat. “Ini pengalaman berharga yang akan kami kembangkan di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi referensi berharga bagi peserta untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan menerapkan praktik unggulan di unit kerja masing-masing, demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.(DR)

Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊