PADANGSIDIMPUAN, (HK) – Semangat memulihkan usaha mempertemukan 270 pelaku UMKM terdampak bencana
dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kabupaten Tapanuli Selatan dalam Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Regional 4 Provinsi Sumatera Utara, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian UMKM melalui Deputi Bidang Kewirausahaan ini bertujuan membantu
peserta memperkuat produksi, memperluas pasar, serta memahami akses pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Peserta terdiri atas 86 orang dari Kota Padangsidimpuan, 84 orang dari Kabupaten Mandailing Natal, dan 100 orang dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Kehadiran pelaku usaha dari ketiga daerah mencerminkan antusiasme untuk belajar dan semangat bangkit setelah bencana. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat pengetahuan dan menyiapkan langkah pemulihan sesuai kebutuhan usahanya.
Pemulihan diarahkan agar peserta mampu mengenali kendala usaha dan menentukan prioritas perbaikan. Penguatan kapasitas diharapkan membantu mereka memulihkan kegiatan usaha, meningkatkan daya saing
produk, dan menjaga sumber penghasilan secara berkelanjutan.

Sebanyak 92 peserta mengikuti kelas penguatan kapasitas produksi, terdiri atas 29 orang dari Padangsidimpuan, 28 orang dari Mandailing Natal, dan 35 orang dari Tapanuli Selatan. Materi mencakup
efisiensi produksi dan peningkatan nilai tambah produk, perbaikan proses usaha dan optimalisasi sumber daya lokal, perencanaan pemulihan kapasitas produksi, serta standar mutu dan sertifikasi produk. Bekal ini diharapkan membantu peserta menghasilkan produk yang lebih bermutu dengan proses usaha yang lebih
efisien.
Kelas perluasan akses pasar diikuti 76 peserta, yakni 25 orang dari Padangsidimpuan, 24 orang dari Mandailing
Natal, dan 27 orang dari Tapanuli Selatan. Penguatan pada bidang pemasaran ditujukan untuk membantu peserta memperluas jangkauan penjualan dan membuka peluang pasar bagi produk mereka, sehingga pemulihan produksi dapat berjalan seiring dengan pemulihan pendapatan.
Sementara itu, kelas pendampingan dan perluasan akses pembiayaan diikuti 102 peserta, terdiri atas 32 orang
dari Padangsidimpuan, 32 orang dari Mandailing Natal, dan 38 orang dari Tapanuli Selatan. Kegiatan ini
diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pilihan pembiayaan sesuai kebutuhan dan
kemampuan usaha, agar akses permodalan dapat mendukung proses pemulihan secara tepat.
Kelas produksi dan pemasaran berlangsung di Hotel Pia, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, sedangkan kelas pembiayaan dilaksanakan di Hotel Natama Syariah, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Pembagian kelas memungkinkan peserta memperoleh penguatan yang lebih terarah pada bidang yang diikuti.
Seluruh peserta telah terdaftar dalam SAPA UMKM untuk mendukung pemantauan dan evaluasi secara berkala. Melalui tindak lanjut tersebut, semangat peserta dari ketiga daerah diharapkan berlanjut menjadi
perbaikan usaha yang nyata, peningkatan produktivitas, dan usaha yang lebih tangguh menghadapi tantangan.
(MS)
Berita Terkait
















Komentar