Video Viral Perkelahian Siswa SD di Lingkungan MAN 1 Karawang, Dua Pihak Beri Penjelasan Berbeda

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Video Viral Perkelahian Siswa SD di Lingkungan MAN 1 Karawang, Dua Pihak Beri Penjelasan Berbeda

KARAWANG — Video perkelahian siswa SDN Mekarmaya 2, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, yang terjadi di lingkungan MAN 1 Karawang, menjadi sorotan setelah beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah siswa terlibat perkelahian hingga akhirnya dilerai oleh siswa MAN 1 Karawang. Namun, perhatian publik tertuju pada bagian video yang memperlihatkan seorang siswa MAN 1 Karawang mendorong salah satu siswa SDN Mekarmaya 2.

Aksi tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu yang membuat perkelahian kembali berlanjut.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya. Pihak MAN 1 Karawang dan SDN Mekarmaya 2 pun memberikan penjelasan masing-masing terkait insiden yang terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026 tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Kamis (22/10/2026), bagian humas MAN 1 Karawang, Sodikin, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak sepenuhnya seperti yang dipersepsikan masyarakat melalui unggahan video di media sosial.
Menurut Sodikin, perkelahian itu murni terjadi antara siswa SDN Mekarmaya 2 yang kemudian dilerai oleh siswa MAN 1 Karawang. Ia membantah anggapan bahwa siswa MAN sengaja memanggil atau mengadu domba para siswa SD hingga terjadi perkelahian.

“Sebetulnya kejadiannya tidak seperti yang ada dalam postingan di media sosial. Itu memang murni siswa SDN Mekarmaya 2 berkelahi, kemudian dilerai,” jelasnya.

Meski demikian, Sodikin mengakui dan menyayangkan adanya adegan seorang siswa MAN 1 Karawang yang terlihat mendorong salah satu siswa SD dalam rekaman video tersebut. Menurutnya, perkelahian itu sebenarnya sudah selesai pada hari kejadian dan tidak berlanjut ke persoalan lain. Namun, video tersebut justru ramai diperbincangkan di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Ia juga mengungkapkan bahwa video tersebut direkam oleh seorang siswa MAN 1 Karawang dan kemudian diunggah ke grup kelasnya.

Baca Juga :  Tahun Pelajaran 2021/2022 Berakhir, SDN 1 Gempol Gelar Pelepasan Siswa Kelas VI dan Pembagian Rapor

Pihak sekolah, lanjut Sodikin, telah memanggil siswa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Sekolah juga akan mempertimbangkan sanksi atas tindakannya mengunggah video tersebut, yang dinilai telah berdampak terhadap nama baik lembaga pendidikan.

“Siswa yang memvideokan sudah kami panggil dan ditanya. Nantinya akan kami berikan sanksi karena sudah membuat nama MAN 1 Karawang menjadi jelek,” ujarnya.

Sodikin kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia berharap masyarakat tidak membangun persepsi yang keliru hanya berdasarkan potongan rekaman yang beredar di media sosial.

Kepala SDN Mekarmaya 2 Soroti Aksi Dorongan

Terpisah, Kepala SDN Mekarmaya 2, Ujang Priatna, membenarkan adanya perkelahian yang melibatkan siswanya. Ia menjelaskan, insiden tersebut bermula dari persoalan rebutan bola. Namun, Ujang menyayangkan adanya aksi dorongan yang dilakukan seorang siswa MAN 1 Karawang terhadap salah satu siswanya ketika perkelahian sedang berlangsung. Menurutnya, apabila tidak ada dorongan tersebut, perkelahian kemungkinan tidak akan kembali berlanjut atau semakin parah.

“Kalau pada saat itu tidak didorong lagi oleh siswa MAN 1 Karawang, mungkin tidak akan berlanjut. Buktinya ada dalam rekaman video, terlihat jelas ada dorongan. Itu yang saya sayangkan,” ungkap Ujang.

Meski menyampaikan keberatannya terhadap tindakan yang terlihat dalam video, Ujang menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah selesai.

Pernyataan kedua pihak tersebut menunjukkan adanya perbedaan penekanan dalam menjelaskan insiden. Pihak MAN 1 Karawang menegaskan bahwa siswanya berupaya melerai perkelahian, sementara Kepala SDN Mekarmaya 2 menyoroti aksi dorongan yang dinilainya membuat situasi kembali memanas. Dengan demikian, penilaian mengenai keseluruhan kronologi perlu mempertimbangkan keterangan kedua pihak dan rekaman kejadian secara utuh, bukan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

Baca Juga :  Ekskul Pramuka SMAN 1 Telagasari Berhasil Mempersembahkan Juara Pada Lomba Galang Prestasi 14 Petaharaka 8 Tingkat Provinsi

Pendidikan Karakter Kembali Menjadi Sorotan

Terlepas dari persoalan yang telah diselesaikan secara kekeluargaan, insiden tersebut kembali mengingatkan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Sekolah bukan hanya tempat siswa memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk sikap, kedisiplinan, pengendalian emosi, kepedulian, dan kemampuan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Ketika perkelahian antarsiswa terjadi dan kemudian menjadi konsumsi publik melalui media sosial, evaluasi terhadap pembinaan karakter, pengawasan, serta pemahaman siswa mengenai cara membantu teman yang sedang berselisih menjadi hal yang patut diperhatikan. Niat untuk melerai perkelahian semestinya diwujudkan dengan cara yang aman dan tidak memperkeruh keadaan. Siswa perlu memahami bahwa membantu menyelesaikan konflik berbeda dengan melakukan tindakan yang berpotensi memicu perkelahian kembali.

Di sisi lain, penggunaan media sosial oleh siswa juga perlu mendapatkan perhatian. Merekam dan menyebarkan kejadian perkelahian tanpa mempertimbangkan dampaknya dapat memperluas persoalan, memicu kesalahpahaman, serta merugikan pihak-pihak yang terlibat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika siswa menghadapi konflik dengan teman sebaya.

Kini, setelah kedua pihak menyatakan persoalan telah selesai, langkah evaluasi dan pembinaan menjadi penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa menjaga sikap, menghormati orang lain, dan menyelesaikan masalah secara bijaksana.

Berita ini 111 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊