Misteri Mandor Sobirin, proyek Drainase di Desa Mekarasih diduga belum kantongi SPK, kasihan dibongkar lagi

Misteri Mandor Sobirin, proyek Drainase di Desa Mekarasih diduga belum kantongi SPK, kasihan dibongkar lagi

Liputan kriminalgroup : Irwan

KRIMINALGROUP.COM

KARAWANG || Proyek pembanguan drainase RT 1 RW 2 dusun Krajan 1 Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, dimana Sobirin selaku Mandor pekerja diduga belum mengantongi SPK.

Pasalnya, proyek tersebut selain tidak memasang papan informasi selama pekerjaan dimulai, juga hasil pekerjaan selama 4 hari itu dibongkar lagi.

Hal ini tentunya menuai tandatanya besar, sebab dengan adanya pembongkaran itu, maka dipastikan pihak pemborong mengalami kerugian jutaan rupiah.

Saat awak media ini mendatangi kembali lokasi tersebut, terlihat bangunan drainase yang menggunakan batu kali , nampak bersih sudah dibongkar, Senin (28/11/2022) pagi.

Sebelumnya ketika hal ini ditanyakan kepada para pekerja dilokasi, mereka menerangkan bahwa bangunan drainase ini disuruh bos untuk dibongkar lagi. Adapun apa persoalannya mereka tidak tahu.

“Disuruh dibongkar lagi, tidak tahu alasannya apa harus dibongkar lagi,” kata si Abah salah satu pekerja yang dituakan, Sabtu (26/11/2022).

Lebih lanjut si Abah mengatakan, adapun soal papan proyek diakuinya memang belum ada.

“Iya belum ada dipasang, gak tahu kenapa,” ucap si Abah yang mengaku orang Cirebon ini.

Masih kata si Abah, pemborongnya orang Rengasdengklok Karawang , kerja baru 3 hari.

“Pemborongnya Pak Ade, kalau Mandornya Sobirin,” pungkasnya.

Pengawas Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Jawa Barat Ujang Suhendi yang diberi tugas untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan tersebut mengatakan, proyek pembangunan drainase yang terletak di RT 1 RW 2 dusun Krajan 1 Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang yang dianggap tidak sesuai dengan perencanaan maka harus dibongkar kembali.

Padahal bila melihat kondisi fisik bangunan yang sudah dikerjakan cukup lumayan panjang, namun dengan ketegasan pengawas proyek itu tetap dibongkar.

Menurut Ujang Suhendi, pekerjaan drainase itu harus dibongkar karena tidak sesuai dengan perencanaan.

“Saya suruh bongkar. Itu kan harusnya pakai Udit kenapa pakai batu kali, salah siapa,” ungkap Ujang kepada media ini, Sabtu (26/11/2022).

Sampai berita ini diterbitkan Mandor Sobirin belum bisa dimintai keterangan terkait pembongkaran drainase tersebut.


 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan