Wakasek Humas SMKN 1 Pusakanagara Subang Sulit Ditemui, Awak Media Pertanyakan Transparansi dan Akses Komunikasi

Wakasek Humas SMKN 1 Pusakanagara Subang Sulit Ditemui, Awak Media Pertanyakan Transparansi dan Akses Komunikasi

 

SUBANG // HK — Akses komunikasi antara awak media dan pihak sekolah kembali menjadi sorotan. Kali ini, sorotan tertuju pada Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) bernama Jupri di SMKN 1 Pusakanagara, Kabupaten Subang.

Pasalnya, yang bersangkutan dinilai sangat sulit ditemui meskipun awak media telah berulang kali mendatangi sekolah dan mencoba melakukan komunikasi secara langsung maupun melalui sambungan telepon.

Berdasarkan penelusuran awak media, upaya untuk bertemu dengan Wakasek Humas telah dilakukan dalam beberapa kesempatan. Namun, setiap kali kunjungan dilakukan, selalu ada alasan yang disampaikan sehingga pertemuan tidak dapat terlaksana.

Mulai dari alasan sedang tidak berada di tempat, memiliki agenda lain, hingga permintaan untuk menjadwalkan ulang pertemuan yang pada akhirnya juga tidak terealisasi.

Ironisnya, Kepala Sekolah SMKN 1 Pusakanagara sebelumnya telah mengarahkan agar seluruh bentuk komunikasi dan konfirmasi informasi dilakukan melalui bagian Humas.

Arahan tersebut sejatinya bertujuan untuk mengefektifkan alur komunikasi serta memastikan informasi yang disampaikan kepada publik dan media berjalan secara resmi dan terkoordinasi. Namun, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik dengan arahan tersebut.

Situasi ini kemudian menimbulkan tanda tanya besar di kalangan awak media. Sebagai ujung tombak komunikasi publik di lingkungan sekolah, fungsi dan peran Humas sangat krusial, terutama dalam melayani tamu, termasuk insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik.

Ketertutupan atau sulitnya akses komunikasi dinilai dapat memicu kesalahpahaman, memperlebar jarak, serta berpotensi memutus silaturahmi dan komunikasi yang baik antara lembaga pendidikan dan media.

Sejumlah awak media menilai bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari prinsip tata kelola yang baik di dunia pendidikan. Media, dalam hal ini, berperan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi positif, program sekolah, prestasi siswa, maupun klarifikasi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Oleh karena itu, apabila ruang komunikasi tertutup, maka fungsi kemitraan tersebut menjadi tidak optimal.

“Kami hanya ingin berkomunikasi secara baik-baik dan profesional. Jika memang ada hal yang tidak bisa disampaikan, setidaknya disampaikan secara terbuka dan jelas. Jangan sampai kondisi seperti ini menimbulkan asumsi negatif di publik,” ujar salah seorang awak media yang enggan disebutkan namanya.

Atas kondisi tersebut, awak media memohon perhatian dari KCD Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah IV untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMKN 1 Pusakanagara. Sidak tersebut diharapkan dapat mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi, khususnya terkait kinerja dan fungsi Humas sekolah yang dinilai terkesan menutup ruang komunikasi dengan media.

Selain itu, awak media juga berharap adanya pembinaan yang konstruktif dari pihak berwenang agar ke depan tidak terjadi lagi hambatan komunikasi serupa.

Pembinaan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman tentang peran strategis Humas sebagai penghubung antara sekolah, masyarakat, dan media, sehingga tercipta hubungan yang harmonis, transparan, dan saling mendukung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Wakasek Humas SMKN 1 Pusakanagara belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi terkait sulitnya ditemui oleh awak media. Media tetap membuka ruang hak jawab guna menjaga prinsip keberimbangan dan profesionalisme jurnalistik.

Laporan: Leo

Mungkin Anda Menyukai