Sumatera Utara, Mandailing Natal – Proyek Rehab dan Renovasi Ruang Kelas MAN 1 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Kecamatan Panyabungam menjadi perbincangan publik dan menuai sorotan dari berbagai media.
Pasalnya proyek dengan nama kegiatan rehabilitasi dan renovasi Madrasah Sumatera Utara I yang menghabiskan anggaran APBN senilai lebih dari 4 Milyar, berdasarkan nomor kontrak : HK.02.03-Cb2/SPK/ PPK PS WIL.1 MADRASAH-I/05. melalui penyadia jasa PT. UNO TANOH SEURAMO.
Sampai saat ini terpantau baru saja dikerjakan pada pertengahan bulan Januari, yakni 4 bulan setelah penandatanganan kontrak baru dikerjakan.
Dikutip informasi pada Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara pada link HTTP://Instagram.com/PUPR “PUPR pemukiman Sumut balai prasarana permukiman wilayah (BPPW) Sumatera Utara melaksanakan penandatanganan kontrak paket kegiatan rehabilitasi dan renovasi madrasah Sumatera Utara I dan II pada Selasa (12/9/2023), dikantor BPPW SUMATERA UTARA. JL SISINGAMANGARAJA MEDAN”.
Berdasarkan informasi dilapangan saat dijumpai lembaga KPK-RI dan awak media Harian Kriminal dilokasi proyek Senin (12/2/2024) pagi, diketahui pekerjaan proyek ini sudah mendapat SP 1 dan SP 2.
Konsultan pengawas menyampaikan “Perusahaan kontraktor pelaksana sudah diberi 2 kali Surat Peringatan (SP) karena keterlambatan pekerjaan”.
Kepala pelaksana lapangan juga mengungkapkan “Untuk masalah tender kami tidak mengetahui kami hanya pekerja”.
Di waktu terpisah pihak media Harian Kriminal mengkonfirmasi melalui telpon selular via WhatsApp, dengan lantang pihak kontraktor diketahui inisial Ali menjawab “Mau menghentikan kerja mereka?, “Abg darimana?, PU atau konsultan? Kalau merusuhi.. rusuhilah, biar kupanggil Polres datang”.
Tak hanya itu, Oknum ini juga diduga mengancam pihak media “Mau merusuhi jangan disitu? Mau kau apa, maksud kau datang kesitu ngapain, mau audit ? Silahkan, staf saya ada disitu, audit apa yang mau di audit”.
Seterusnya dengan nada ngegas seolah mengancam “Main pun jadilah, siapa kali rupanya kau”. Saat awak media hendak konfirmasi ke ruang Kepala Sekolah MAN 1 Madina beliau tidak berada ditempat dan sedang keluar.
Atas kekisruhan yang terjadi awak media yang sedang meliput kegiatan proyek tersebut, para lembaga dan media sedang menelusuri dan menginvestigasi. Hal ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan laporan ke Polres Mandailing Natal. (Parlindungan)

