Nostalgia Masa Kecil, Kades ini Bangun Ruang Ramah Anak Cegah ‘Kecanduan’ Gadget

Sumatera Utara, Mandailing Natal – Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan, karena pada waktu itu kita belum mengenal yang namanya cinta-cintaan. Ketika kita masih kecil tentu paling disenangi yang namanya bermain. Beragam permainan tradisional pun dicoba.

Tapi dibalik itu semua kita turut prihatin sama anak-anak dan remaja zaman sekarang yang kurang familiar dengan permainan tradisional. Kebanyakan saat ini lebih suka bermain game di layar komputer, laptop dan gadget (handphone). Makanya anak-anak dan remaja sekarang tidak bisa merasakan apa yang dulu kita rasakan yaitu masa-masa kecil begitu bahagia.

Lain halnya dengan yang dilakukan Pj. Kades Roburan Dolok Enda Mora Lubis, S.Sos yang satu ini. Kampung halamannya yang berada dikaki gunung sorik marapi ini termasuk salah satu yang asri dan nyaman untuk dikunjungi di wilayah Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Di kampung ini kembali diperkenalkan berbagai permainan tradisional dan tempat belajar berkelompok yang mampu menarik minat banyak anak-anak dan remaja. Mereka nampak asik tanpa ada rasa lelah mempergunakan satu persatu permainan tersebut meski sehari-hari bisa mengandalkan permainan di gadget elektronik.

Adanya permainan tradisional ini memberi keseruan tersendiri ditengah-tengah anak-anak desa Roburan Dolok ini. Contohnya Aisyah (8) yang ditanya mana lebih suka permainan di gadget atau yang tradisional.

“Lebih menyukai permainan tradisional, asik dan seru, enak bahagia,” ucap bocah yang masih duduk di kelas dua SD ini, Selasa (20/6/2023) sore.

Salah satu lokasi tempat anak-anak memilih dan memakai fasilitas permainan tradisional, Selasa (20/6/2023).

Kegembiraan anak-anak Desa Roburan Dolok ini tidak terlepas dari sumbangsih ide dan saran dari Enda Mora yang saat ini menjabat sebagai Pj. Kades di kampung halamannya. Dia kembali mengenalkan berbagai macam permainan tradisional tersebut lewat ruang ramah anak dengan memberikan fasilitas yang diperlukan. Selain membantu melestarikan permainan tradisional, ia juga ingin merangsang anak-anak agar tidak ‘kecanduan’ gadget.

“Awalnya ini kan sebagai keresahan kita sebagai orang tua melihat generasi muda khususnya anak-anak dan remaja yang menggunakan gadget. Pengguna aplikasi didalamnya tidak terbatas,” kata Enda Mora saat ditemui dikampungnya.

Menurutnya, Keresahan ini timbul dikarenakan anak-anak ini sudah berlebihan memakainya.

“Makanya kita terpikir untuk melakukan pembatasan tekhnologi, walaupun itu disatu sisi sangat bermanfaat. Selain itu mudharatnya luar biasa, makanya perlu kita membatasi mereka artinya generasi ini bukan kita buat gagap tekhnologi,” tuturnya.

Enda Mora mengatakan kedepan permainan tradisional ini akan dibuat makin menarik dan lebih unik.

“Kita buat event bulanannya, kita edukasi mereka bahwa permainan tradisional itu sangat bagus untuk mereka, sangat keren. Disamping melatih fisik, bisa bersosialisasi dengan kawan-kawan. Sekaligus melatih jiwa mereka lebih cerdas,” ujarnya.

Dalam pengamatannya, Respon anak-anak sangat bagus, semua lapisan sangat mendukung. Terbukti mereka akan membuat musyawarah akbar yang isinya membuat komitmen bersama pembatasan penggunaan gadget kepada anak dan remaja.

“Jadi kita berharap, sesuai ajaran islam ‘Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan’. Jadi, kita siapkan generasi yang kuat ke depan. Kalau bukan kita yang persiapkan siapa lagi. Kasihan anak-anak remaja kita,” pungkasnya.

Mari kita bernostalgia dengan permainan anak-anak di era 80an. Permainan yang banyak meninggalkan banyak kenangan yang sekarang sudah jarang sekali dimainkan. Sekarang ada fasilitas dan sarananya di Desa Roburan Dolok.

Endar, salah satu tokoh masyarakat sungguh bangga dengan program Kepala Desa yang menerbitkan permainan lama agar anak-anak sekarang tidak lupa dengan permainan ini.

“Kami melihat ide-ide pak Kades yang baru menjabat ini sangat cemerlang, karena kami melihat penggunaan gadget yang berlebihan ini sangat merugikan anak-anak, merugikan orang tua, karena penggunaan gadget ini tentu menggunakan biaya,” sebut Endar.

Diakhir wawancara, dikatakannya tokoh masyarakat bersama elemen lainnya akan mengusulkan dibuat berupa perdes terkait penggunaan gadget bagi anak-anak yang berlebihan. Adanya wadah ini masyarakat sangat senang sekali melihat anak-anak mereka menggunakan permainan lama.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan