Ilustrasi.
Diduga Sponsor TKW Ilegal Masih Banyak Beroperasi di Karawang
KARAWANG II Penggiat pekerja Migran Indonesia atau yang biasa disebut tenaga kerja indonesia (TKI) Irwanto menyebut masih banyak sponsor Tenaga Kerja Indonesia/tenaga kerja wanita diduga Ilegal yang beroperasi diwilayah Karawang seperti yang diketahui di Kecamatan Banyusari, Cilamaya Wetan, dan Kulon.
Dimana para sponsor tersebut kumpul disalah seorang yang disebut Perwarda (Perwakilan Daerah) atau Koordinator perekrut jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang diberi tugas oleh salah satu PT.Tenaga kerja keluar negeri.
Sehingga pemerintah dalam hal ini pihak dinas terkait, menjadi kesulitan memantau keberadaan TKI/TKW jika terjadi musibah dan tidak bisa melacak keberadaan pengarah jasa atau Sponsor PJTKI ilegal tersebut.
Irwan mengungkapkan, sebagian besar TKI/TKW asal karawang yang bekerja di luar negeri berstatus ilegal, karena negara yang dituju adalah negara Timur Tengah atau Arab Saudi.
Hal tersebut dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi keselamatan para TKI/TKW itu sendiri.
“Pihak pemerintah akan sangat kesulitan memantau dan menindak sponsor ilegal karena para calon TKI/TKW cenderung lebih kerasan berangkat ke negara timur tengah/Arab Saudi,” jelasnya, Minggu (2/4/2023).
Dia mejelaskan, ada beberapa TKI/TKW yang dikabarkan bermasalah di luar negeri, tapi karena ilegal (Saudi Arab.Red) maka sulit untuk membantu permasalahan TKW tersebut.
“Jika ada musibah yang menimpa TKW itu, Maka sulit untuk membantunya,” ucap Irwanto.
Selama ini para TKI /TKW menganggap berangkat keluar negeri secara Unprosedur dianggap tidak rumit, dan mudah, padahal tidak sesuai dengan ketentuan.
“Jika ingin terhindar dari masalah, tenang dan nyaman bekerja di luar negeri, warga yang dapat berangkat ke luar negeri harus sesuai prosedur. Sehingga ketika ada masalah pemerintah dapat dengan cepat membantu,” ujarnya.
“Masih banyak TKI / TKW yang berangkat secara illegal serta sponsor yang memberangkatkan mereka tidak tertib dan lalai akan keselamatan para TKI,” tandasnya.
Pewarta : H.Bolenk

