Pelepasan Siswa SMP Pasundan Sumurgede, Sungkeman ke Orangtua

KARAWANG II Setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam memaknai, sekaligus memberi warna pada momentum pelepasan siswa usai dinyatakan lulus. Selain kemeriahan acara, muncul pula suasana haru, khidmat, hingga sedihnya arti sebuah perpisahan.
Seperti yang terjadi pada Pelepasan siswa kelas IX SMP Pasundan Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang misalnya, muncul suasana haru tatkala digelar prosesi ‘sungkeman’.
Para siswa mencium tangan orangtua mereka, sebagai bakti sekaligus permohonan doa dan restu.
Dalam prosesi itu, sejumlah siswa sampai menguraikan air mata karena tak mampu menahan kesedihan.
Orangtua mereka yang ikut hadir, termasuk komite dan dewan guru juga dibuat haru olehnya. Terhitung, acara tersebut dihadiri ribuan peserta, dari unsur orang tua murid, komite sekolah, hingga tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Kepala SMP Pasundan Dita Reza Chaesar mengatakan, ‘sungkeman’ menjadi bagian acara pelepasan siswa kelas IX yang rutin digelar tiap tahun. Hal itu sebagai simbol pesan, supaya mereka selalu menyertakan budi pekerti luhur, terutama kepada orangtua maupun gurunya.
”Budi pekerti yang luhur menjadi penting ada dan melekat pada setiap anak didik, yang salah satu momentumnya kami terapkan dalam acara pelepasan siswa ini,” kata Dita, Selasa 27 Juni 2023.
Dita menjelaskan, pada tahun pelajaran 2022- 2023 ini, ada 136 siswa yang duduk di bangku kelas IX. Kesemua siswa itu dinyakan lulus dan diwisuda. Lebih lanjut Dita memaparkan, selain kegiatan ‘sungkeman’, sekolah juga menggelar berbagai pentas seni yang merupakan kreativitas siswa.
Mulai dari paduan suara, tari tarian, drama, hingga pembacaan puisi yang sangat menyentuh hati wisudawan. Puisi tersebut lagi-lagi membuat orangtua, guru maupun wisudawan ikut menangis bersama. Mengingat puisi itu menceritakan kebersamaan saat menimba ilmu, serta perjuangan kedua orangtua dalam memberikan dukungan kepada anaknya untuk menuntut ilmu di sekolah.
”Acara perpisahan bagi kelas IX, sengaja kami rangkai dengan sungkeman, tujuannya agar wisudawan dan orangtua merasa terharu,” ujar Dita. (Irwanto)

