Ini Kata Dr Nispul Khoiri M.Ag Mewujudkan Pemilu Yang Berkualitas.

Ket.Gambar : Suasana pemaparan makalah berjudul “Geneologi Islam Wasthiyah di Sumatera Utara.”

Medan – Sesaat lagi kita akan memasuki tahun politik pada 2024 yang dipenuhi dengan dinamis.

Beragam pandangan politik yang berbeda cenderung menimbulkan kecemasan dan bahkan ketegangan ditengah masyarakat, yang sedari awal sudah dipenuhi dengan isu-isu negatif.

Hal ini yang disampaikan dalam paparan sosok intelektual Islam yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Dr. Nispul Khoiri M.Ag dalam makalahnya yang berjudul “Geneologi Islam Wasthiyah di Sumatera Utara.”

Paparan makalah tersebut disampaikan pada acara Halaqah kebangsaan yang diselenggarakan oleh forum Tahlil Sumatera Utara, di Grand Mercure Hotel, Jum’at (18/8/2023).

“Islam Wasthiyah salah satu Karekteristik Islam yaitu nilai yang melekat pada diri manusia yang bersifat inhern, dan Islam Wasthiyah itu merupakan jalan tengah yang tidak condong ke kiri atau ke kanan dan dia berdiri diantara dua sisi yang berhadapan”, ujar Dr Nispul dalam paparannya.

Dr Nispul menambahkan, bahwa Islam itu pada prinsipnya tidak menyulitkan, tidak memposisikan sebagai sesuatu yang saling berhadapan, namun Islam hadir sebagai jalan tengah bagi kebaikan untuk semua,
karenanya Islam Wasthiyah harus dipahami secara lebih terbuka dan itu merupakan karekteristik Islam yang sejatinya, ungkapnya.

Lanjutnya, Konsep Islam Wasthiyah itu tercermin dalam Alquran, bahwa eksistensi Islam Wasthiyah menjadikan umat Islam untuk berfikir dan bersikap secara moderat dengan meletakkan prinsip-prinsip.

Adapun prinsip tersebut seperti Tawazun (berkesinambungan), Tawasuth (mengambil jalan tengah), Syura (bermusyawarah), Tasamuh (toleransi), Awlawiyah (mendahulukan), Islah (reformasi), Musawwah (egaliter non diskriminasi) Tahaddur (berkeadaban) dan Tathawwur wa Ibtikar (dinamis, kreatif dan inovatif) dan selalu memberi solusi dari berbagai persoalan ditengah masyarakat, tambahnya.

“Bahwa Moderasi beragama itu penting dipahami dalam persepektif bagaimana membangun paradigma dan membangun kesadaran beragama diantara umat beragama lainnya.” terang mantan Wakil Rektor III UIN SU ini menjelaskan.

Ketua ISNU Sumatera Utara ini menegaskan, Konsep moderasi beragama haruslah dipahami secara utuh, bahwa semua agama wajib menghormati pemahaman agama masing-masing, tanpa ada intimidasi dalam kegiatan ibadah bagi umat beragama lainnya.

Direktur Eksekutif Diagram Indonesia Center ini menambahkan, Islam Wasthiyah menjadi benteng pada penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, konsep Islam Wasthiyah penerimaan Pancasila sebagai dasar negara, dan sebagai sumber hukum negara, yang mana bangsa Indonesia berbeda dengan sebagian negara sekuler lain memisahkan agama dan urusan negara.(DR)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan