Dede Maryani TKI Subang 15 Tahun Tidak Pulang, Keluarga Mengadu ke Forum Perlindungan Migran Indonesia

Poto : Keluarga Dede Maryani TKI Subang saat mengadu ke Forum Perlindungan Migran Indonesia

SUBANG // Setelah 15 tahun tidak pulang akhirnya keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI) asal Dusun Cibanteng Desa Jatiragas Hilir  Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang Jawa Barat mengadu ke Aktifis Peduli TKI. Dimana PMI tersebut berangkat dari tahun 2010 tidak ada kabar berita putus kontak dan hingga saat ini belum pulang, hal ini dikatakan oleh Reza anak dari Pahlawan Devisa bernama Dede Maryani kepada Wahyudin dari Aktifis Peduli TKI, Rabu 16 April 2025.

Dikatakan  Reza melalui yang diberi kuasa Wahyudin kepada Media ini mengatakan bahwa ibunya saat itu direkrut oleh seorang Sponsor berinisial A yang berdomisili di dusun Tegal koneng dan berangkat dari rumah kisaran bulan Mei 2010.

“Putus kontak tidak ada kabar berita namun di tahun 2022 ada telephon dari ibunya ( Dede Maryani) mengabarkan keadaannya baik-baik saja  akan tetapi setelah itu putus kontak lagi,” ungkap nya.

Selain dari pada itu anak pertama dari pasangan Anang Suryana dan Dede Maryani ( TKI red) tersebut mengungkapkan beberapa tahun yang lalu ada seorang PMI asal Cianjur yang akan pulang ke tanah air menelpon dirinya bahwa ibunya akan menitipkan uang namun orang tersebut menolak dititipi uang oleh ibunya dengan alasan takut uangnya tidak nyampe ke keluarganya sebab jarak antara Cianjur ke Subang jauh sekali.

“Nomer HP ibunya pun menurutnya hilang,” ujar wahyudin mengutip percakapan dengan Reza.

Poto : Dede Maryani.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Perlindungan Migran Indonesia ( LSM FPMI ) Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Subang Wahyudin yang diberi kuasa untuk menelusuri dan mengurus oleh suami Dede Maryani yang sudah mempunyai 2 orang anak kecil yang satunya saat itu anaknya berusia 40 hari kini sudah berumur 14 tahun serta satu lagi telah dewasa mengatakan telah menemui Sponsornya yang saat ini kesehatannya kurang baik,” ata wahyudin.

Dikatakan lebih jauh oleh wahyudin bahwa menurut keterangan Sponsor A  ketika itu Dede Maryani diberikan ke H. Ade di Jakarta untuk diproses dan diterbangkan ke Arab Saudi untuk selanjutnya A menerima kabar Dede tidak ada kabar berita dari keluarganya dan katanya setelah diurus mendapat informasi dia (PMI) kabur dari majikannya.

Sementara itu H. Ade selaku orang yang disebut oleh Sponsor A saat ditelepon oleh Wahyudin membenarkan Dede Maryani diterima untuk selanjutnya diberikan ke salah satu PT namun saat ditanya oleh ketua FPMI DPD Subang nama perusahaan tersebut lupa,” jelas Wahyudin.

Selanjutnya bila sampai akhir bulan April 2025 PMI Yang telah hilang kontak tersebut masih belum juga ditemukan maka Lembaganya akan membuat pengaduan ke Disnakertrans Kabupaten Subang untuk diteruskan ke Kementerian Luar Negeri ( kemenlu) di jakarta agar supaya TKI yang bersangkutan dapat ditemukan dan dipulangkan ke tanah air kampung halamannya.

Kepala Desa Jatiragas Hilir Suhaya ketika dimintai tanggapannya mengucapkan dirinya sangat berharap kepada Stekholder yang membidangi permasalahan PMI/TKI untuk dapat merespon terhadap warganya yang hilang kontak belum pulang selama 15 tahun diluar negeri.

“Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” ucap Suhaya.

.Red

Mungkin Anda Menyukai