Pengajian Anti Gempa Manaqib Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani QS Bergema di Madrasah Merah Putih An-Nur Tirta Mulya Karawang

Pengajian Anti Gempa Manaqib Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani QS Bergema di Madrasah Merah Putih An-Nur Tirta Mulya Karawang

KARAWANG – Pengajian Anti Gempa melalui kegiatan Dzikir Manaqib Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani QS bergema khidmat di Madrasah Merah Putih An-Nur, Kampung Kalen Kupu, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirta Mulya, Kabupaten Karawang, pada Jumat, 16 Januari 2026.
Kegiatan yang diikuti jamaah Majelis Dzikir para pengamal Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Mahad Suryalaya – Sirnarasa ini jamaah mulai berdatngan tepat pukul 16.30 WIB. Acara diawali dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan dzikir khotaman dan manaqib hingga menjelang shalat Isya.

Pengajian dzikir manaqib ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, sekaligus sebagai ikhtiar spiritual (anti gempa) untuk memperkuat keimanan, ketenangan batin, dan keteguhan hati umat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Dalam rangkaian acara, sejumlah petugas manaqib turut mengambil peran. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh H. Oman Supandi Sunarya, dilanjutkan sholawat thoriqoh oleh Hasanudin Soeltan. Selanjutnya dibacakan Tanbih oleh H. Yana, serta tawasul yang dipimpin oleh Ama Udi.
Pembacaan Manaqib Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani QS disampaikan oleh Kyai Ahmad Matori.

Sebagai penceramah tunggal, hadir KH Daniel Lutfi Al-Maqzhimi, S.Kom, selaku Wakil Talqin Wakil Talqin Hadratus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Al-Maslul QS, sekaligus dosen di lingkungan perguruan tinggi keislaman.

Dalam tausiyahnya yang sarat nilai ilmiah dan spiritual, KH Daniel Lutfi menekankan pentingnya istiqomah bagi para pengamal TQN dalam menjalani kehidupan. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi ujian, namun seluruh persoalan hidup harus dikembalikan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan, kesabaran, dan tawakal.

“Istiqomah dalam menjalankan shalat fardhu lima waktu, memperbanyak shalat sunnah, serta menghidupkan dzikir adalah kunci ketenangan dan solusi kehidupan. Terlebih bagi yang telah menerima talqin dzikir, insya Allah akan diberikan jalan keluar atas setiap permasalahan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memperbanyak amaliyah, disertai kesabaran, tawakal, serta rabithah (menghubungkan hati) kepada guru mursyid dalam menapaki perjalanan hidup, sehingga setiap ujian dapat terurai dengan baik.

Pengajian dzikir manaqib ini dihadiri jamaah dari berbagai madrasah dan majelis dzikir, para pemangku manaqib dan khotaman, para sepuh dan pinisepuh, serta masyarakat sekitar.

Seluruh rangkaian acara berlangsung penuh kekhusyukan dan kekhidmatan.
Acara semakin bermakna dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, sholawat thoriqoh, pembacaan Tanbih, serta teks Pancasila dan wasiat Guru Agung Pangersa Syeikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh).

Pengajian ditutup dengan salam-salaman yang diiringi lantunan Sholawat Bani Hasyim dan Sholawat Badriyah, dan berakhir dengan tertib serta penuh keberkahan pada pukul 22.00 WIB. (Hasanudin)

Mungkin Anda Menyukai