Setiap Hujan Deras Kebanjiran, SMPN 1 Cilamaya Wetan Karawang Butuh Penanganan Serius

Setiap Hujan Deras Kebanjiran, SMPN 1 Cilamaya Wetan Karawang Butuh Penanganan Serius

 

KARAWANG – SMP Negeri 1 Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, yang berlokasi di Desa Mekarmaya, terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi pada Jumat, 30 Januari 2026. Ketinggian air diperkirakan mencapai lutut orang dewasa dan menggenangi hampir seluruh area sekolah.

Pantauan di lokasi, air banjir masuk hingga ke ruang kelas, ruang guru, serta ruang kepala sekolah. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan seperti biasa. Pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk meliburkan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka dan mengarahkan siswa untuk belajar dari rumah demi keselamatan bersama.

Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Cilamaya yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Selain itu, buruknya sistem drainase dan saluran pembuangan air di sekitar sekolah turut memperparah kondisi genangan. Akibatnya, SMPN 1 Cilamaya Wetan menjadi salah satu titik yang kerap terdampak banjir setiap musim hujan.

Kepala SMPN 1 Cilamaya Wetan, Enjang Jubaedi,S.Pd mengatakan bahwa banjir ini bukan kali pertama terjadi dan sudah menjadi permasalahan yang berulang.

“Setiap hujan dengan intensitas tinggi, sekolah kami hampir selalu terdampak banjir. Air masuk ke ruang kelas dan kantor, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara. Keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang.

“Kami sangat berharap ada perbaikan drainase dan penanganan Kali Cilamaya, supaya kegiatan pendidikan di SMPN 1 Cilamaya Wetan tidak lagi terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, mengaku khawatir dengan kondisi sekolah anaknya yang sering terendam banjir.

“Kalau sudah banjir begini, anak-anak tidak bisa sekolah. Kami sebagai orang tua tentu berharap ada solusi nyata, karena ini sudah sering terjadi dan kasihan anak-anak kalau terus-terusan belajar terganggu,” ungkapnya.

Warga dan pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam penanganan banjir di wilayah tersebut, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal dan lingkungan sekolah menjadi lebih aman serta nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.

Laporan: Boleng

Mungkin Anda Menyukai