Eco Enzyme (EE) menjadi salah satu program ramah lingkungan yang digencarkan SMPN 4 Kotabaru – Karawang

Foto : Ahmad Fadloli Kasek SMPN 4 Kotabaru – Karawang (Kanan)

Laporan kriminalgroup : Irwan

KARAWANG || KRIMINALGROUP.COM – Eco Enzyme (EE) menjadi salah satu program ramah lingkungan yang digencarkan oleh SMPN 4 Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Sekolah ini merupakan satu dari sekian banyak sekolah di Kabupaten Karawang yang menjadi salah satu SMP Negeri pelopor Eco Enzyme (EE) Guna mendukung program adiwiyata, sekolah yang berada di Kecamatan Kotabaru ini sudah memiliki rumah produksi untuk menghasilkan cairan multifungsi dari fermentasi limbah organik.

Banyak dampak positif yang dirasakan dari sekolah yang dipimpin Ahmad Fadloli, program produksi cairan EE sudah berjalan sejak awal 2022 lalu.

“Sejak awal tahun 2022 sekolah kami mendapat program Eco Enzyme (EE),” ungkap Kasek Ahmad Fadloli, Rabu (21/9/2022) dikantornya.

Kasek Ahmad Fadloli menjelaskan, cairan EE memiliki empat manfaat utama. Yakni, sebagai cairan pembersih, perawatan tanaman, perawatan lingkungan, dan perawatan kesehatan. Contohnya antara lain, pembersih udara, hand sanitizer, suburkan tanah atau tanaman, bersihkan area dapur, cuci piring, cuci pakaian, bersihkan lantai, bersihkan kamar mandi, rendam sayuran, kumur-kumur, gosok gigi, keramas, mandi, cuci tangan, antiseptik, hingga detoks.

“Cara memanfaatkan cairan EE adalah dengan mencampur dalam perbandingan tertentu,” kata Kasek.

Perlu diketahui, cara membuat cairan fermentasi dari sisa bahan organik ini sangat mudah. Proses fermentasi membutuhkan waktu selama tiga bulan agar campuran gula atau molase, bahan organik, dan air bersih menghasilkan manfaat. Perbandingannya, untuk membuat 1 liter cairan EE dibutuhkan 1 ons gula, 3 ons bahan organik, dan air bersih 1 liter. Bahan organik yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan cairan EE antara lain kulit buah, sisa sayur yang tidak keras, tidak berlemak, dan tidak dimasak.

“Hasilnya, selain tidak diperjualbelikan, cairan EE juga tidak boleh diminum karena hanya untuk pemakaian luar,” kata Kasek Fadloli.

Beberapa kandungan positif yang dimiliki cairan EE antara lain, enzim lipase, enzim tripsin, amilase, terpenoid, flavonoid, senyawa NO3 (nitrat) dan CO3 (karbon trioksida). Selain itu, cairan EE juga menghasilkan bakteri asam laktat (BAL). Sebagai cairan pembersih udara, jika disemprotkan ke udara, campuran cairan EE dan air bersih dengan perbandingan 1:1.000 dapat menetralkan bau dan menambah ketersediaan oksigen.


Info Redaksi :

Apabila ada pihak yang dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas.

Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, dan/atau menghubungi wartawan kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui

Email : hariankriminal@gmail.com, terimakasih.

Pimpinan Redaksi HK Jabar : Bung Irwanto

Kontak Person :

Telp / Wa : 0857-7332-0196

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan