Menteri PKP dan Gubernur Jabar Tinjau Sentra Genteng Plered, Program Gentengnisasi Presiden Prabowo Mulai Direalisasikan
PURWAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzen melakukan kunjungan kerja ke sentra industri genteng Plered, Kabupaten Purwakarta, Rabu, 15 April 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka merealisasikan program nasional Gentengnisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung aktivitas produksi genteng tradisional yang menjadi ciri khas wilayah Plered. Menteri PKP melihat secara dekat proses pembuatan genteng, mulai dari pengolahan tanah liat, pencetakan, hingga pembakaran yang dikerjakan oleh para buruh industri genteng setempat.
Tak hanya melakukan peninjauan, Menteri PKP Maruarar Sirait juga berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan pengrajin genteng. Dalam dialog tersebut, Maruarar memberikan arahan terkait standar mutu genteng yang dibutuhkan untuk mendukung program Gentengnisasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat secara nasional.
“Program Gentengnisasi ini bukan hanya soal mengganti atap rumah, tetapi juga membangkitkan industri genteng lokal agar naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Maruarar di hadapan para pengusaha dan buruh genteng.
Sebagai bentuk dimulainya realisasi program tersebut, Menteri PKP secara simbolis melepas pengiriman perdana sebanyak 13 truk pengangkut 44 ribu genteng Plered yang akan dikirim ke sejumlah proyek perumahan yang telah melakukan pemesanan. Pelepasan ini menandai kebangkitan kembali industri genteng lokal sebagai bagian dari rantai pasok program perumahan nasional.
Maruarar Sirait menegaskan, kebangkitan industri genteng melalui program Gentengnisasi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Pemerintah, kata dia, mendorong agar peningkatan produksi dan keuntungan industri diimbangi dengan kenaikan upah buruh pabrik genteng.
“Kalau industrinya bangkit dan pesanan meningkat, maka upah buruh juga harus naik. Mereka harus ikut merasakan dampak positif dari program ini agar taraf hidup dan perekonomian keluarga buruh ikut meningkat,” tegasnya.
Antusiasme terhadap program Gentengnisasi juga datang dari para pengusaha genteng Plered. Salah satu pengusaha mengaku optimistis dan siap mendukung penuh program tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan upah buruh apabila program Gentengnisasi telah berjalan optimal dan permintaan genteng terus meningkat.
“Kami sangat menyambut baik program ini. Jika pemesanan meningkat dan usaha kami berkembang, tentu kesejahteraan buruh akan kami tingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan bahwa sentra industri genteng di Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan nasional. Selain Plered di Purwakarta, terdapat pula sentra industri genteng Jatiwangi di Kabupaten Majalengka yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen genteng terbesar di Indonesia.
Dengan keberadaan dua sentra industri besar tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan genteng dalam program Gentengnisasi dapat terpenuhi. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor perumahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga keberlangsungan industri genteng lokal sebagai warisan industri tradisional Jawa Barat.
Reporter: Junaedi/Ison

