16 Tahun Tak Jumpa, Anak Perempuan Ini Bertemu Ayah Berkat Acara Satu Abad NU di Ponpes Musthafawiyah

- Jurnalis

Rabu, 17 Mei 2023 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keduanya, Mulyadi (kanan) dan putrinya Suci Ramadhani Jambak (kiri) di pertemukan di acara Satu Abad NU, Ponpes Musthafawiyah, Kamis (17/5/2023).

Keduanya, Mulyadi (kanan) dan putrinya Suci Ramadhani Jambak (kiri) di pertemukan di acara Satu Abad NU, Ponpes Musthafawiyah, Kamis (17/5/2023).

Sumatera Utara, Mandailing Natal –  Berpisah dengan Ayah Kandung sejak usia dini tentunya membuat rasa sesak dan rindu untuk berjumpa. Rasa penasaran akan wajah ayah kandungnya pasti terbawa hingga seorang anak menginjak usia dewasa.

Hal inilah yang dialami anak gadis bernama Suci Rahmadhani Jambak asal Desa Binanga Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Mulyadi, Ayah Suci menuturkan kisahya saat pertemuannya tanpa diduga saat melaksanakan tugasnya meliput rangkaian acara peringatan Satu Abad Nahdlathul Ulama (NU) di kawasan Ponpes Musthafawiyah, Desa Purba Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Rabu (17/5/2023) siang.

“Saat meliput acara perlombaan Nasyid yang diadakan di lapangan Ponpes Musthafawiyah, tiba-tiba saya dikejutkan dengan suara yang memanggilnya “Ayah”, persis seperti kejadian waktu ia menerima telepon 16 tahun lalu,” kata Mulyadi saat ditemui disela-sela rangkaian acara Satu Abad NU di Mesjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Rabu (17/5/2023).

Mulyadi menuturkan, Saat acara itu dia melihat seorang anak perempuan berlari ke arahnya sambil menangis tersedu-sedu langsung memeluk dirinya yang ternyata itu adalah putri kandung yang selama ini ia cari-cari.

“Seorang anak perempuan berlari ke arah saya sambil menangis menjerit memanggil ayah dan memeluk saya,” kisahnya.

“Ini Suci ayah, kata si anak sambil menangis, saya anak ayah, saya suci, saya rindu ayah, kata anak tersebut sambil memeluk saya,” kisahnya lebih lanjut.

Baca Juga :  Pemdes Karyasari Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Wujudkan Cinta dan Teladani Akhlak Rasulullah

Pada saat itu tangis Mulyadi pun lepas setelah melihat wajahnya dan dia langsung yakin bahwa itu adalah putrinya yang selama ini dirindukan.

“Saya langsung bersujud ke tanah mengucapkan syukur kepada Allah yang telah dipertemukan dengan putri saya yang selama ini dirindukan,” terang Mulyadi.

Alhamdulillah.! Sujud syukur dan ucapan terima kasih disampaikan Mulyadi, orang tua Suci sebagai ungkapan rasa bangganya atas acara peringatan 1 Abad Nahdatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Kabupaten Madina.

Betapa tidak, selama 16 tahun tidak pernah bersua dengan seorang putri kandungnya “Suci Rahmadhani Jambak” menurut pengakuan mulyadi, akibat dari pihak ketiga yang dulunya mengakibatkan rumah tangganya mengalami keretakan yang akhirnya bercerai pada tahun 2006 dengan sang istri warga Desa Binanga Padang Lawas Utara (Paluta) yang pada saat itu sedang hamil tua.

Sejak bercerai dengan istri dan mengetahui bahwa sang istri telah  melahirkan seorang putri yang cantik, sang ayah tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengan anaknya oleh pihak keluarga dari sang istri meskipun ia sudah berusaha untuk menemuinya dengan maksud hendak bersua dengan anaknya.

Mulyadi mengaku pada saat putrinya berusia 1 tahun, ia pernah menerima telepon, saat ia mengangkat telepon tersebut ia langsung kaget mendengar suara dari telepon tersebut memanggil “Ayah”. Ternyata orang yang memanggil ayah kepadanya lewat telepon itu adalah putri kandungnya yang tak pernah diizinkan bersua dengannya.

“Yang menelpon pada waktu itu adalah mantan istri saya yang sudah menikah lagi dengan seorang pria warga Desa Gunung Tua, Padang bolak,” tambah Mulyadi dengan wajah sumringah.

Baca Juga :  Warga Batu Sondat Ancam Blokade Truk Keluar Masuk Perusahaan PTPN IV

Diceritakannya, Waktu itu ada panggilan telepon melalui nomor yang tidak di kenal. Begitu di angkat telepon Mulyadi langsung terkejut karena langsung memanggil ayah kepadanya.

“Mantan istri saya langsung mengatakan itu tadi anakmu bang, namanya Suci Rahmadani,” cerita Mulyadi.

Sejak saat itu Mulyadi terus mencari tau dimana keberadaan putrinya bahkan nomor yang pernah menghubunginya pun tidak aktif lagi sampai saat ini sudah 16 tahun.

Ternyata acara peringatan Satu Abad NU yang puncaknya tanggal 18 Mei 2023 dipusatkan di Ponpes Musthafawiyah, Purba Baru, Kabupaten Madina telah membawa berkah bagi keluarga Mulyadi yang dalam acara tersebut telah mempertemukan dirinya dengan putri kandungnya yang sejak lahir tidak pernah ia lihat dan ia gendong.

“Ucapan syukur kepada Allah Swt dan terima kasih atas acara Satu Abad NU ini, berkat ijin Allah dalam acara ini saya telah bertemu dengan anak saya dan saya sudah dapat memeluknya dan melepaskan kerinduan yang selama ini saya rasakan,” pungkas Mulyadi.

Perpisahan orangtua tak ayal membawa dampak tersendiri pada anak. Tak sedikit anak yang menjadi jauh secara fisik maupun psikis lantaran perceraian orangtuanya. Seperti halnya yang dialami seorang anak gadis bernama Suci Rahmadhani Jambak mencari ayahnya Mulyadi setelah orangtuanya bercerai.

Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊