Proyek 2 Miliar Rehab SMPN 1 Cilamaya Kulon Sepi Pemberitaan, Apa Yang Jadi Penyebabnya

KARAWANG II Proyek bernilai Miliaran Rupiah Rehabilitasi gedung SMPN 1 Cilamaya Kulon yang beralamat di Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang tepatnya didepan kantor desa setempat sepi pemberitaan.

Padahal, proyek yang bernilai Pantastis itu dikerjakan secara Swakelola oleh pihak sekolah dengan membentuk Tim Pembangunan sebagaimana tercantum didalam papan informasi proyek yang dipasang dilokasi.

Namun, disamping itu bila dicermati ada kejanggalan tentang Waktu Pelaksanaan hanya tertulis 90 hari kalender, tapi tidak dijelaskan tanggal dan bulan awal proyek dimulai, sehingga hal ini tidak bisa memastikan kapan akhir proyek dikerjakan.

Menurut para pekerja sudah banyak wartawan yang datang kelokasi tentunya dari berbagai media. Tujuannya antara lain menanyakan siapa pelaksana pembangunan setelah ketemu tidak datang lagi.

“Kami jelaskan, proyek ini dikerjakan Swakelola oleh sekolah. Silahkan temui aja Bapak Kepala Sekolah,” ujar pekerja, Rabu 27 September 2023.

Lanjut pekerja, dari sekian banyak wartawan tersebut tidak datang lagi kelokasi, tapi ada juga yang datang  hanya sekedar  menanyakan keberadaan kepala sekolah ada dimana.

“Tiap harinya banyak wartawan kelokasi datang dan pergi, sekedar menanyakan siapa pelaksana proyek atau mandor. Kalau nanyain soal pembangunan proyekmah tidak ada, tapi ada juga sih satu dua orang mah. Itupun biasa-biasa aja. Kondusif kok ,” kata pekerja.

Kembali terjadi, diwaktu itu juga ketika wartawan media ini hendak menjumpai kepala SMPN 1 Cilamaya Kulon H.Ubaidillah, yang bersangkutan tidak ada disekolah.

Irwan Kepala Divisi Organisasi Media Indefenden Online (MIO) Indonesia Jawa Barat berharap bahwa Wartawan itu dapat menjalankan tugas sesuai dengan Tupoksinya. Sehingga tidak merusak Marwah Profesi.

“Pungsi kita sebagai Sosial Kontrol, ya Jalankan dengan Profesional, jangan sampai ada pandangan kurang baik terhadap kita. Soal cari duit, itu perlu,” ungkap Irwan.

Jangan sampai sebagai wartawan dicap hanya sekedar cari duit tanpa ada hasil kerjanya. Seyogyanya, pemberitaan adalah merupakan bukti hasil kerja seorang wartawan.

“Ya kalau kita wartawan ya harus buat berita  Bagus kita beritakan, jelek pun kita beritakan, yang penting sesuai dengan kondisi dilapangan. Tukang tambal Ban aja kerjanya Nambal,” ujar Irwan.

(Wydn/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan