Gas Beracun PT.Pindodeli 2 Kembali Bocor, Ratusan Warga Mengalami Keracunan

 

 

Gas Beracun PT.Pindodeli 2 Kembali Bocor, Ratusan Warga Mengalami Keracunan

 

HK KARAWANG II GAS beracun dari pabrik kertas PT Pindodeli 2 di Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat kembali bocor. Meski belum ada keterangan resmi, namun ratusan warga diperkirakan mengalami keracunan.

Sabtu 20 Januari 2024, terlihat gas berhamburan ke udara, dan menciptakan kondisi berbahaya.

Pihak berwenang setempat memberikan imbauan agar warga menjauh dari lokasi kebocoran gas yang berpotensi membahayakan. Warga sekitar terlihat panik dan sejumlah mobil Ambulans tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban atau warga yang terpapar gas beracun akibat kebocoran pabrik kertas tersebut.

Perlu diketahui, pabrik kertas Pindodeli 2 telah beberapa kali mengalami kebocoran gas yang mengakibatkan warga sekitar keracunan.

Dua tahun lalu, pada 3 Juni 2021, kebocoran gas pada pabrik ini menyebabkan ratusan warga di Desa Ciampel, Kecamatan Ciampel, mengalami gangguan kesehatan seperti mata sakit dan sesak napas.

Kemudian pada 20 Januari 2023, kejadian serupa terulang kembali di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel. Ratusan warga diperkirakan mengalami keracunan akibat kebocoran coustic soda dari PT Pindo Delli 2.

Seorang warga, Nanik (53), bahkan menyebut bahwa ini adalah kejadian keempat kalinya ia menjadi korban keracunan, akibat kebocoran coustic soda dari pabrik tersebut.

“Saya di rumah muntah-muntah, kepala pusing dan pingsan. Sadar-sadar sudah di rumah sakit,” ujar Nanik (53) warga Dusun Gempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel.

Nanik menggambarkan gejala-gejala yang dialaminya, termasuk sesak napas, pusing, dan muntah-muntah.

“Saya merasakan sesak napas hingga harus pasang tabung oksigen,” tambah Nanik, seraya mengatakan kepalanya terasa pusing.

Nanik juga menyatakan kejadian serupa sudah terjadi beberapa kali sebelumnya, menunjukkan urgensi penanganan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap keamanan pabrik.

Pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan preventif dan investigatif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang, dan melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat setempat.

(Mds/Bolenk)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan