Senam Anak Indonesia Hebat di SDN Gempol Kolot 2 Banyusari Turut Wujudkan Pelaksanaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senam Anak Indonesia Hebat di SDN Gempol Kolot 2 Banyusari Turut Wujudkan Pelaksanaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

KARAWANG || SDN Gempol Kolot 2 Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang Jumat 24 Januari 2025 melaksanakan senam bersama sebelum jam pembelajaran dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu bentuk implementasi 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

Tujuh kebiasaan utama yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat atau Istirahat Cukup.

Menurut kepala SDN Gempol Kolot 2 Jejen Tabriji, kegiatan senam sehat ini adalah pembelajaran bersama dan juga memulai awal program pembiasaan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat.

Baca Juga :  Ratusan Murid SDN Manggunjaya 1 Hari Ini Mulai Divaksin Covid-19
“7 Kebiasaan baik anak Indonesia hebat sangat penting dibiasakan dan dibudayakan kepada siswa, selain sebagai wujud implementasi program unggulan pemerintah, kebiasaan tersebut juga merupakan bentuk penanaman moral kepada siswa agar bisa menjadi siswa yang unggul secara akademis, maupun non akademis”, ujar Kasek Jejen.

Selain itu, lanjut Jejen, dengan adanya kebiasaan baik, yang dilanjut dengan bentuk nyata senam bersama, tentu merupakan bentuk penerapan di sekolah bahwa membangun siswa, tidak hanya jiwa saja, tetapi jiwa dan raga menjadi satu paket untuk bisa menjadi generasi yang unggul.

Baca Juga :  Kepala MTsN 1 Karawang Tanda Tangani Raport Siswa Yang Akan Dibagikan Pada Hari Jumat Mendatang

“Adapun senam dilaksanakan di lapangan sekolah. Senam dilaksanakan sesuai arahan dengan  mempelajari Gerakan Senam Anak Indonesia Hebat 2025,” terang Kasek Jejen.

Namun serapan yang diterima siswa beda beda, kemampuan yang dimiliki siswa juga berbeda, sehingga siswa perlu pendalaman keterampilan senam bersama di sekolah.

“Walaupun demikian, senam bersama serempak berjalan lancar dengan siswa semangat mengikuti senam, serta bapak ibu guru ikut memotivasi siswa agar bisa lebih optimal dalam pembelajaran dan mempelajari gerakan senam, sehingga bisa lebih baik dalam senam berikutnya,” pungkas Kasek Jejen.

(Irwan)

Berita ini 7 kali dibaca