Tanah Bergerak Lumpuhkan Cigintung: 30 Rumah Roboh, Warga Mendesak Relokasi dan Bantuan

Tanah Bergerak Lumpuhkan Cigintung: 30 Rumah Roboh, Warga Mendesak Relokasi dan Bantuan

 

PURWAKARTA // Jumat 13 Juni 2025, Bencana alam berupa pergerakan tanah terus melanda Kampung Cigintung, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Hingga Jumat (13/6), tercatat sebanyak 30 rumah roboh total akibat pergeseran tanah yang masih terus terjadi. Secara keseluruhan, 51 rumah terdampak, dengan kategori kerusakan mulai dari rusak sedang hingga rusak berat.

Pergerakan tanah ini telah memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi demi keselamatan. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah sanak saudara, sementara lainnya ditampung secara darurat di Kantor Desa Pasir Munjul, yang kini menjadi salah satu titik pengungsian sementara. Namun, kapasitas tempat yang terbatas membuat kondisi para pengungsi memprihatinkan.

Akses jalan utama menuju lokasi bencana saat ini terputus total, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Tidak hanya itu, aliran listrik juga terputus sejak beberapa hari terakhir, memperparah kesulitan warga dalam menjalani kehidupan pascabencana.

“Tempat pengungsian sangat terbatas. Banyak warga yang terpaksa tidur berdesakan, bahkan ada yang tinggal di luar karena ruangan tidak mencukupi. Kami sangat membutuhkan tempat evakuasi yang lebih layak,” ujar salah satu warga terdampak, Siti Aminah, sambil mengevakuasi barang-barang seadanya.

Bantuan logistik juga belum merata. Hingga saat ini, hanya sebagian pengungsi yang berada di titik pengungsian desa yang telah menerima bantuan makanan dan kebutuhan pokok. Sementara warga yang mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau di lokasi lain belum seluruhnya mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun lembaga kemanusiaan.

“Barang-barang kami banyak yang tertinggal dan belum bisa diselamatkan. Rumah sudah retak semua, kami takut untuk kembali,” kata Andri Setiawan, warga lainnya yang rumahnya terdampak kerusakan berat.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan secara cepat dan tanggap. Permintaan utama mereka adalah relokasi ke tempat tinggal yang aman dan layak, mengingat kondisi tanah di lokasi saat ini terus bergerak dan mengancam keselamatan.

Sementara itu, pihak pemerintah desa dan kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Purwakarta dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penanganan awal. Namun, akses jalan yang sulit dan terbatasnya sumber daya menjadi kendala utama dalam pendistribusian bantuan dan evakuasi lanjutan.

“Kami sudah menyampaikan laporan ke kabupaten dan meminta dukungan logistik, tenda, serta peralatan evakuasi tambahan. Kondisi saat ini sudah termasuk darurat,” ujar Kepala Desa Pasir Munjul, Bapak Usep.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda bahwa pergerakan tanah akan berhenti. Pemerintah daerah diharapkan segera menetapkan status tanggap darurat bencana serta menyediakan langkah konkret untuk relokasi permanen bagi warga terdampak demi menjamin keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka.

(Bewok/Ison)

Mungkin Anda Menyukai