Kualitas Turap Samping SMAN Banyusari Karawang Dipertanyakan, Ada Apa Jawaban Wakil Udin ‘Di TF Aja Pak, Buat Bensin Mah

Kualitas Turap Samping SMAN Banyusari Karawang Dipertanyakan, Ada Apa Jawaban Wakil Udin ‘Di TF Aja Pak, Buat Bensin Mah

 

Video kondisi turap Desa Gempol Banyusari.

KARAWANG – Proyek pembangunan turap yang berlokasi di Dusun I RT 01/02, Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, tepatnya di samping SMAN 1 Banyusari, menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Proyek yang saat ini tengah berjalan tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tanpa transparansi, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas serta ketahanannya.

Pantauan di lokasi pada Selasa, 2 Desember 2025, terlihat bahwa pemasangan batu kali sebagai pondasi awal diduga tidak melalui proses penggalian sebagaimana mestinya. Batu pertama tampak langsung ditancapkan ke tanah tanpa menggunakan adukan semen terlebih dahulu. Tidak hanya itu, kondisi area proyek terlihat tergenang air, sehingga semakin menimbulkan keraguan mengenai ketahanan dan kualitas bangunan yang sedang dikerjakan.

Lebih jauh, proyek ini juga tidak dilengkapi papan informasi proyek, yang seharusnya memuat keterangan terkait sumber anggaran, jumlah anggaran, waktu pelaksanaan, masa berakhir pekerjaan, hingga pihak pelaksana atau nama CV yang mengerjakan proyek. Ketidakhadiran papan informasi tersebut membuat warga mempertanyakan transparansi, mengingat aturan ini telah diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang mewajibkan setiap kegiatan pembangunan menggunakan anggaran negara harus dapat diketahui publik.

Warga yang melihat di sekitar lokasi mengaku heran dengan cara kerja tersebut. Selain dianggap tidak sesuai prosedur, warga juga khawatir pembangunan turap tidak akan bertahan lama, terlebih jika kualitas pondasi tidak memenuhi standar teknis.

Saat dikonfirmasi, seorang pekerja di lokasi menyebut bahwa proyek tersebut berada di bawah penanggung jawab bernama Wakil Udin. Ketika dikonfirmasi melalui Handphone nya Wakil Udin yang beralamat di Desa Gembongan, Banyusari, terkesan membenarkan adanya kekurangan dalam pekerjaan tersebut.

“Iya pak, itu yang kuli-nya. Besok suruh diperbaiki sesuai Juknis. Saya stop dulu, besok,” ungkapnya singkat saat dikonfirmasi mengenai kondisi pemasangan batu yang langsung ditancapkan ke tanah tanpa adukan.

“Saya masih bolak balik ke dinas pa. Saya Tf Weh atuh buat bensin mah,” tambah Wakil Udin.

 

Pernyataan tersebut menimbulkan dugaan bahwa pengawasan proyek tidak berjalan maksimal, sehingga pekerjaan terlanjur dilakukan tidak sesuai standar teknis atau petunjuk teknis (juknis).

Dengan adanya sejumlah kejanggalan tersebut, warga mendesak dinas terkait untuk segera turun ke lapangan guna mengecek langsung kondisi pembangunan. Masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian serius, memastikan proyek turap dikerjakan sesuai spesifikasi, serta memerintahkan pihak pelaksana memasang papan informasi proyek agar publik dapat mengetahui status dan pertanggungjawaban kegiatan tersebut.

Transparansi dan kualitas pembangunan diharapkan dapat menjadi prioritas demi terciptanya hasil pekerjaan yang awet, aman, dan sesuai ketentuan, serta agar praktik-praktik yang merugikan negara tidak kembali terjadi. (Boleng)

Mungkin Anda Menyukai