Presiden ORI Beri Penghargaan Kepada Kepala SMK Domas Cilamaya Sebagai Pelestari Seni Budaya

0

Presiden ORI Beri Penghargaan Kepada Kepala SMK Domas Cilamaya Sebagai Pelestari Seni Budaya

Karawang, (HK) -Kebudayaan Indonesia mencerminkan nilai luhur bangsa yang harus dilestarikan guna memperkukuh jati diri bangsa, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kepribadian bangsa dan kebanggaan nasional, mempertinggi harkat dan martabat bangsa, memperkuat ikatan rasa kesatuan dan kesatuan bagi terwujudnya cita-cita bangsa pada masa depan.

Pemberian penghargaan kepada masyarakat, seniman dan budayawan mempunyai arti yang sangat penting dan strategis sebagai bentuk perhatian kepada para pelaku seni dan budaya serta pelestari, agar dapat menjadi motivasi yang besar bahwa pecinta atau pelestari seni dan budaya diperhatikan serta diakui keberadaannya.

Sekaligus sebagai bentuk upaya bersama dalam rangka pelestarian dan perlindungan warisan budaya yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran masyarakat untuk ikut melestarikan warisan leluhur.

Kali ini piagam penghargaan sebagai pecinta dan pelestari seni budaya diberikan kepada Mulyadi Rusmianto kepala SMK Indonesia Mas (Domas) di Grand Hotel Pariwisata SMK Domas Cilamaya – Karawang pada saat acara grand final festival ibing pencug se-Nusantara oleh Guruh Susanto Presiden Original Record Indonesia (ORI), Jumat (9/10/2021) malam.

“Sebagai apresiasi kami terhadap jasa-jasa Pak Mulyadi yang sudah melestarikan seni budaya, dengan mendukung kegiatan festival ibing pencug Nusantara,” ungkap Guruh menjelaskan usai memberikan Pin, piagam penghargaan, juga plakat.

Penghargaan disaksikan langsung oleh para pelaku seni, Dinas Pariwisata Kabupaten Karawang, anggota DPRD Praksi PKB, Tim ORI, Brigjen Viktor BNN, serta tamu undangan lainnya.

Mulyadi Rusmianto dalam kesempatan itu menyampaikan, membumikan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui seni dan budaya.

Karena seni dan budaya bukan semata berfungsi memberikan hiburan namun lebih jauh dari itu, sebagai sarana untuk membangun karakter bangsa.

Mulyadi menambahkan, di tengah perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Karawang hususnya, tantangan demi tantangan datang menghampiri.

Adapun yang menjadi fokus sekarang ini adalah bangkit di masa pandemi Covid-19.

“Para seniman tentu ingin pentas, ingin berkarya seperti sedia kala. Namun kita semua dihadapkan pada realita yang sukar untuk dilewati. Penerapan disiplin protokol kesehatan adalah hal dasar yang mutlak harus dilakukan,” kata Mulyadi.

Hal inilah yang nampaknya agak sulit dilakukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan kesenian berpotensi menimbulkan kerumunan, namun jika kita semua patuh pada protokol kesehatan, insya allah kesehatan masyarakat akan tetap terjamin.

“Di sini saya berpesan kepada para pelaku seni agar menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi saat ini, pembatasan jumlah kerumunan harus menjadi pertimbangan utama. Untuk itu saya mengajak kepada para pelaku seni agar berinovasi dan berkreasi serta membuat terobosan dengan tujuan akhir seni dan budaya tetap hidup namun masyarakat juga tetap sehat,” pungkasnya. (Irwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini