Mandailing Natal, (HK) – Sejumlah Mahasiswi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal (PC PMII MADINA) melakukan aksi damai di Dinas Kesehatan Mandailing Natal, Kamis (24/2/2022).
Aksi tersebut menuntut Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar transparan dalam merealisasikan anggaran Kegiatan Penanggulangan COVID-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal T.A 2021 sebesar Rp. 31.094.461.307.

Abdul Malik selaku koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan agar anggaran penanggulangan Covid 19 transfaran.
“Saya meminta transparansi terkait anggaran Kegiatan Penanggulangan COVID-19 oleh Dinas Kesehatan Mandailing Natal TA. 2021 sebesar Rp. 31.094.461.307.,”ucapnya dalam orasi.
Ia juga mempertanyakan anggaran Rp. 31.094.461.307 itu dialokasikan ke mana saja, Dan ia menduga ada indikasi KKN dalam realisasi anggaran Kegiatan Penanggulangan COVID-19 tersebut.
“Kami dari Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal (PC PMII MADINA) menduga ada indikasi KKN di tubuh dinas kesehatan Mandailing Natal terkait penggunaan anggaran penanggul Covid 19 yang tidak transparan,”sebut kordinator aksi itu.
Sementara itu, Hilman Nasution selaku Kepala Sub Bagian Hukum, Kepegawaian dan umum Dinas Kesehatan Mandailing Natal menyambut pengunjukrasa dan menyampaikan bahwa, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sekalian akan disampaikan nantinya kepada kepala dinas.
H. Hilman juga mengajak mahasiswa supaya sama-sama mengontrol jalannya pembangunan Kabupaten Mandailing Natal.
Setelah mendengarkan penyampaian dari Hilman, massa pengunjuk rasa langsung membubarkan diri dengan tertib.(Hendra)

