Kondisi Jalan Rusak Parah, Warga Desa Janjiraja dan Desa Holbung di Kabupaten Samosir Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Samosir, (HK) – Warga kecewa terhadap pemerintahan, karena jalan menuju desanya tidak kunjung diperbaiki. Atas kekecewaan tersebut warga desa Janjiraja dan Holbung, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir adakan gotong royong secara swadaya memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

Swardi Aritonang, S.H, M.H putra daerah yang juga perantau melontarkan kekecewaannya terhadap pemerintahan karena jalan menuju desanya tidak kunjung diperbaiki.

” Sejak jalan dibuka sekitar tahun 1990 an, ketika itu kedua desa tersebut masih masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Utara hingga dilakukan pemekaran menjadi wilayah kabupaten Toba Samosir dan pemekaran lagi menjadi Kabupaten Samosir. Namun, tetap saja tidak mengalami perubahan perbaikan,”ucap Swardi melalui telepon selulernya, Rabu (16/11/2022).

 

Swardi juga mengatakan, sepanjang kurang lebih 5 KM kondisinya rusak parah. Bahkan tak jarang ketika musim hujan pengendara hingga bermalam di jalan menunggu jalan kering karena licin.

“Warga sudah sering bermalam dijalan pada saat musim hujan karena jalan licin, dan warga juga tidak ada yang mau ambil resiko,”kata advokat yang sering mengadvokasi warga perumahan dan apartemen ini.

Ia juga menjelaskan, warga adakan gotong royong perbaiki jalan secara swadaya karena sudah sering mengusulkan agar jalan tersebut diperbaiki oleh pemerintah. Namun belum juga kunjung mendapat perhatian yang serius dari pemerintahan.

” Itu sudah beberapa kali pergantian Bupati hingga saat ini tidak juga memberi perhatian terhadap kondisi jalan tersebut, semenjak tahun 2018 ruas jalan tersebut sudah ditetapkan menjadi jalan Provinsi sampai saat ini sudah hampir 4 tahun belum juga ada perbaikan jalan yang menghubungkan kabupaten Humbang Hasundutan dengan Kabupaten Samosir,”terang Swardi Aritonang

Manfaat jalan apabila dibangun, kata Swardi, itu bisa membangkitkan ekonomi warga kedua desa, yakni desa Janjiraja dan desa Holbung.

“Apabila jalan itu di bangun sejak dulu, mungkin warga di dua desa tersebut akan maju. Contoh, warga bisa mengangkut kopi, sayur mayur dan hasil tani lainnya untuk dipasarkan ke daerah lain, juga meningkatkan daya minat wisatawan untuk berkunjung, karena jalan itu menghubungkan lingkar luar danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata favorit dan sebagai ikon Prawisata Indonesia berbasis keindahan alam,” terangnya.

Swardi juga mengatakan, karena warga sudah sangat kecewa terhadap pemerintahan Kabupaten Samosir, beberapa warga meminta pindah Kabupaten ke Humbang Hasundutan karena melihat desa sebelahnya desa Tipang sudah jauh lebih maju.

“Beberapa warga sudah meminta pindah Kabupaten ke kabupaten Humbang Hasundutan, melihat desa tetangga yang kini sangat maju,”kata Swardi

Swardi saat di tanya soal dana perbaikan jalan, ia menjelaskan, karena pemerintah tidak memperhatikannya, warga perantau menggagas upaya perbaikan hingga dilakukan pertemuan – pertemuan untuk mencari solusi agar jalan tersebut dibangun.

“Karena sudah hampir enam tahun jadi perbincangan hangat di media sosial kedua desa itu bersama kepala desa melakukan musyawarah pembentukan panitia pembangunan, dan meyusun proposal, setelah panitia terbentuk dan proposal pembangunan tersusun anggaran pembangunan sudah bisa di prediksi mencapai tujuh ratus dua puluh delapan juta rupiah,”Ucap Swardi.

Setelah proposal pembangunan terbentuk, beberapa dana sudah ada yang terkumpul baik dari masyarakat setempat dan warga perantau.

“Untuk saat ini masih menunggu pengumpulan dana. Namun sudah dilakukan pekerjaan pengerukan dan perataan jalan menggunakan Excavator. Berharap semua warga baik yang tinggal di desa maupun di perantauan memberikan dukungan dana sukarela sehingga dana yang dibutuhkan dapat terkumpul secepatnya, kepada pemerintah, mudah-mudahan juga pemerintah Sumut segera melakukan sentuhan Pembangunan terhadap kedua desa yang jauh tertinggal ini,”harap Swardi.

Aken P Pransius selaku ketua panitia pembangunan jalan saat dihubungi media ini mengatakan, untuk dana pembangunan jalan menuju desa Janjiraja dan desa Holbung murni hasil swadaya masyarakat 2 desa dan warga perantau.

“Untuk dana pembangun murni dari swadaya masyarakat dan warga perantau, tidak ada dana bantuan dari pemerintah Propinsi Sumatera Utara maupun, dari pemerintah Kabupaten Samosir,”Jelasnya pada media, Rabu (16/11/2022).

Ia juga menjelaskan saat di tanya soal apa ada oknum politik yang menumpangi, Aken menjelaskan, untuk pembangunan tersebut murni dananya dari swadaya masyarakat dan tidak ada oknum yang menumpangi, memang ini sudah masuk tahun politik.

“Sebenarnya saya dari panitia menolak untuk itu, dan untuk saat ini itu masih kita tutup belum terbuka, dan untuk dana yang sudah terkumpul sampai saat ini kurang lebih delapan puluh juta rupiah” tegas Aken selaku ketua panitia pembangunan jalan.

Dilain sisi, Safri Siringoringo selaku tokoh masyarakat juga mengatakan, Untuk pembangunan jalan dananya murni dari swadaya masyarakat dan perantau.

“Sepengetahuan saya tidak ada dananya yang bersumber dari yang lain kecuali dari masyarakat, dan itu juga swadaya,”jelasnya.

Safri juga menjelaskan soal issu yang beredar, terkait adanya warga desa tersebut ingin pindah ke Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Soal pindah ke kabupaten itu hanya issu saja, untuk soal pindah itu tidak benar adanya,” jelas Safri.

(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan