Innalillahi, KH Abun Bunyamin Ruhiat Cipasung Tutup Usia
TASIKMALAYA, KRIMINALGROUP.COM ||
Innalillahi, Tasikmalaya sedih berduka, Jawa Barat pun lirih nestapa, KH Abun Bunyamin Ruhiat, pendidik dan pejuang yang juga merupakan salah seorang Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) wafat pada Sabtu (19/11) pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dari berbagai sumber yang dihimpun,KH Abun Bunyamin Ruhiat, merupakan sosok ulama kharismatik asal Tasikmalaya yang sangat mencintaiilmu, baik di bidang agama maupun pengetahuan umum.
Kecintaannya terhadap ilmu ditularkan kepada santrinya dengan menekankan keharusan berkomitmen pada duniailmu dengan cara mengaji.
Kecintaannya kepada ilmu juga ia refleksikan pada kebiasaannya melakukan muthala’ah, membuat catatan pidato, ceramah, atau khutbah.
Lahir pada 27 September 1949, ia adalah anak ke sembilan dari 14 bersaudara dari pasangan KH Ruhiat dan Hj Siti Aisyah yang tak lain adalah Pendiri Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Di sela-sela kesibukannya yang sangat padat, KH Abun Bunyamin Ruhiat masih menyempatkan diri untuk menulis.
Di antara karya tulisnya yaitu diktat Jurumiah (Bahasa Sunda), Metode Pengajaran Akhlaq (Analisis Isi Kitab Ta’lim Muta’alim), dan Metode Belajar di Pesantren Menurut Syekh az-Zarnuji.
Secara keilmuan, Ajengan Abun ini bisa dibilang adalah paket komplit. Ia menempuh pendidikan baik secara formal maupun non formal.
(/Kriminalgroup.com/Journalnusantara.com)

