KARAWANG — Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Banyusari tahun 2025 dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan besar Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Karawang. Kegiatan yang dinanti-nantikan ini digelar di Bumi Perkemahan Banyu Apit, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, dan resmi dibuka pada Jumat, 31 Oktober 2025, akan berlangsung selama empat hari penuh hingga Senin, 3 November 2025.
Ketua Kwarran Banyusari, Atmanagara, S.Pd., M.S., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kwarcab Karawang kepada Kwarran Banyusari untuk menjadi tuan rumah kegiatan tingkat kabupaten tahun ini.
“Kami merasa terhormat atas kepercayaan ini. Banyusari siap menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta dari berbagai Kwarran se-Kabupaten Karawang. Semua unsur kami libatkan, baik unsur sekolah, pembina, maupun masyarakat sekitar, untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujar Atmanagara dengan penuh semangat, Jumat 31 Oktober 2025.
Menurut Atmanagara, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota Pramuka dari berbagai kecamatan, tetapi juga wadah penguatan karakter, disiplin, dan kemandirian bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan menarik dan edukatif telah dipersiapkan oleh panitia, mulai dari lomba kepramukaan, pentas seni budaya, hingga kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat sekitar.
“Selain menanamkan nilai-nilai dasar kepramukaan seperti disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong, kegiatan ini juga kami kemas agar para peserta bisa belajar mencintai alam, melestarikan lingkungan, dan mempererat persaudaraan,” tambahnya.
Bumi Perkemahan Banyu Apit yang menjadi lokasi kegiatan telah dipersiapkan dengan matang. Lokasinya yang strategis di Desa Gembongan dinilai sangat cocok sebagai tempat perkemahan, karena memiliki lanskap alam yang luas, udara sejuk, serta akses yang mudah dijangkau. Panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti tenda perkemahan, area dapur umum, pos kesehatan, hingga panggung utama untuk upacara dan pentas seni.
Kegiatan pembukaan pada Jumat pagi berlangsung meriah dan khidmat. Upacara dihadiri oleh pengurus Kwarda Jawa Barat, Kwarcab Karawang, unsur Muspika Kecamatan Banyusari, kepala desa se Banyusari, kepala sekolah, pembina Pramuka, dan ribuan peserta dari berbagai Kwarran di Kabupaten Karawang. Upacara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tari daerah, dan yel-yel kreatif dari peserta yang menunjukkan semangat pantang menyerah khas Pramuka.
Ketua Kwarcab Karawang H.Aep Saepuloh dalam sambutannya mengapresiasi kesiapan Kwarran Banyusari sebagai tuan rumah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan Pramuka di tingkat ranting dan sekolah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air.
Sementara itu, masyarakat Desa Gembongan juga menyambut antusias kegiatan besar ini. Banyak warga ikut terlibat membantu panitia dalam penyediaan logistik, keamanan, dan kebersihan lingkungan sekitar perkemahan. Beberapa pelaku UMKM lokal bahkan memanfaatkan momen ini untuk membuka stand kuliner dan cenderamata di sekitar area perkemahan.
Atmanagara berharap, setelah kegiatan ini berakhir, semangat kepramukaan di Banyusari semakin tumbuh dan berkembang, serta memberikan dampak positif bagi generasi muda di Karawang.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga meninggalkan kenangan berharga dan semangat baru bagi seluruh peserta untuk terus mengabdi dan berkarya melalui gerakan Pramuka,” pungkasnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, Kwarran Banyusari membuktikan kesiapannya sebagai ranting yang solid, kompak, dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Karawang dalam mengembangkan pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan. (Irwan)

