Sumatera Utara, Mandailing Natal – Dikarenakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) perlu untuk beraktifitas menuju satu tempat. Sementara kabar kemahalan harga dan sulitnya mendapatkan BBM ditingkat pengecer yang saat ini sering kosong. Terlihat sore hari ini, pada Kamis 4 Desember 2025 ribuan warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak mengurangi semangat mereka antri di SPBU walau hujan turun. Salah satunya di SPBU yang ada di Aek Galoga, Kecamatan Panyabungan.
Iyan, salah satu warga yang mengantri mengaku sudah 3 jam antri untuk mendapatkan pertalite. Dia memilih datang lebih cepat karena kemarin tidak kebagian karena stok habis.
“Saya lebih cepat datang karena khawatir kayak semalam tak kebagian minyak, sudah 3 jam mengantri walau hujan biarlah dan sudah dekat pompa,” katanya.
Kelangkaan BBM pasca bencana alam yang terjadi sebelumnya dibeberapa daerah wilayah kecamatan yang ada di Provinsi Sumut sempat membuat warga panik dan beramai – ramai menyerbu penjualan pengecer dibeberapa titik, alhasil penjualan BBM ludes. Sementara pendistribusian BBM ke SPBU terhambat akibat sejumlah jalan penghubung menuju Kabupaten Madina terputus saat terjadi bencana alam.
Mulai pagi hingga jelang maghrib, antrian panjang masih terjadi di SPBU yang ada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina.
Warga rela berjam-jam mengisi BBM walau jumlah terbatas. Seperti di SPBU Aek Galoga Panyabungan ini antrian pengguna roda dua, tiga dan roda empat mengular kejalan raya hingga ratusan meter.
Pantauan hari ini penyaluran BBM jenis pertalite di kota Panyabungan kembali normal. Sejumlah SPBU serentak mulai melakukan pendistribusian BBM.

