Parah, Bendahara Desa Sukatani Cilamaya Wetan Edi Diduga Potong Honor Bantuan DBH Bagi Aparat dan Perangkat Desa Dengan Jumlah Pantastis

Poto : Ilustrasi.

KARAWANG || Bendahara Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat bernama Edi kembali diterpa isu tak sedap. Kali ini, diduga melakukan pemotongan honor aparatur dan perangkat desa yang bersumber dari bantuan (DBH) Dana Bagi Hasil tahun 2025.

Pemotongan honor aparatur dan perangkat desa tersebut, menurut sumber yang minta namanya tak dituliskan pada Kamis 20 Maret 2025 mengatakan bahwa pemotongan honor dilakukan Edi selaku Bendahara desa saat aparatur dan perangkat desa mengambil honor yang bersumber dari bantuan Dana Bagi Hasil  2025.

“Pemotongan tersebut dilakukan oleh Bendahara Edi pada malam sabtu saat para RT, RW, Linmas dan Kaur mengambil honor yang bersumber dari DBH. Bahkan itu bukan diaebut pemotongan, karena nominal yang diambil lebih dari 50 persen,” ujar sumber, Kamis 20 Maret 2025.

Besar potongan bervariasi, ujar sumber, khusus para RT/RW dalam kertas lembaran serah terima bantuan berjumlah Rp. 1,2 juta, per orang namun yang diterima hanya Rp 500 ribu. Untuk para Linmas dalam surat terima bantuan tertulis jumlah Rp. 1,2 Juta per orang tapi hanya nerima Rp. 400 ribu.

Sedangkan untuk para Kadus dan Kasie/Kaur dalam surat serah terima tertulis Rp. 5 Juta, tapi hanya  diterima uang sebesar Rp 1 Juta Rupiah.

“Kami selaku perangkat delsa meminta kepada Bupati Karawang, Inspektorat Karawang dan Camat Kecamatan Cilamaya Wetan agar memberikan sanksi kepada Bendahara Desa Sukatani bernama Edi ini,” ujar sumber itu.

Selain dari itu, apakah Bendahara Desa Sikatani melanggar aturan atau tidak dirinya tidak tahu.

”Kalau kami berpikiran itu sudah terbukti Pungli di dalam pemerintahan desa dan sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban dari Bensahara desa Edi tentang pemotongan itu,” lanjutnya.

Bendahara Desa Sukatani Edi belum berhasil dikonfirmasi karena tak merespon pesan ataupun telepon dari awak media ini. Ia hanya menjawab “Saya sedang di Polres Subang, ada apa dengan DBH,” singkatnya.

Sekalipun sudah dijelaskan untuk meminta konfirmasi terkait informasi pemotongan DBH tersebut, Edi malah memilih diam tanpa memberikan tanggapan sedikit pun.

Bahkan saat ditemui dikantor desa pun yang bersangkutan tidak ada ditempat. (Red)

Mungkin Anda Menyukai