Proyek SPAM di Desa Cibogohilir Diduga Tak Sesuai SOP, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Proyek SPAM di Desa Cibogohilir Diduga Tak Sesuai SOP, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

 

PURWAKARTA  –  Program Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang air minum Tahun Anggaran 2025 yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukan oleh tim media, terlihat pemasangan pipa air tidak dilakukan sesuai ketentuan teknis. Sebagian pipa memang ditanam di dalam tanah, namun banyak juga yang diletakkan begitu saja di atas saluran air, bahkan ada yang digantung menggunakan kawat kecil pada paku yang ditancapkan di dinding saluran.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran terkait daya tahan dan keselamatan instalasi air bersih yang baru dibangun tersebut.

“Kalau kawatnya kena panas, hujan, dan air kotor, cepat berkarat dan bisa putus. Apalagi beban air di dalam pipa cukup berat,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya.

 

Potensi Dampak dan Kerusakan Lingkungan

Pemasangan pipa yang tidak sesuai prosedur berpotensi menyumbat saluran drainase, terutama saat musim hujan. Sampah dan lumpur dapat tersangkut di sekitar pipa, mengakibatkan aliran air tersumbat dan meluap ke jalan.
Dampak lebih lanjut bisa menyebabkan kerusakan pada badan jalan, genangan air, serta mempercepat kerusakan infrastruktur di sekitarnya.

Kondisi seperti ini sering kali diabaikan setelah proyek selesai, hingga akhirnya masyarakat yang menanggung akibat dari pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis tersebut.

 

Anggaran Capai Rp 525 Juta

Dari papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, diketahui bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program DAK Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 525 juta.

Rincian proyek tercantum sebagai berikut:

Nama kegiatan: Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)

Pekerjaan: Pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah

Volume: 75 SR (sambungan rumah)

Nomor SPK: 601/11.8/SPK-AM/IV/2025

Waktu pelaksanaan: 28 April 2025 – 31 Desember 2025 (247 hari kalender)

Pelaksana: KKM Desa Cibogohilir

Lokasi: Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered

Dengan besaran dana tersebut, masyarakat menilai seharusnya hasil pekerjaan tampak lebih baik dan sesuai standar. Namun, kondisi yang ditemukan di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan kualitas pengerjaan proyek.

 

Perlu Pengawasan Lebih Ketat

Sebelum berita ini diterbitkan, tim redaksi telah melakukan verifikasi ke lapangan dan mencoba menghubungi pihak pelaksana untuk dimintai keterangan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

Masyarakat berharap instansi berwenang melakukan pengecekan ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek SPAM tersebut. Pengawasan dari pihak dinas teknis dan pemerintah daerah dinilai sangat penting agar setiap proyek yang menggunakan dana publik dapat berjalan transparan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kami hanya ingin proyek pemerintah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, jangan asal selesai. Uangnya besar, jadi hasilnya pun harus sepadan,” secara tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

 

Dengan adanya dugaan ketidaksesuaian ini, diharapkan Disperkim Purwakarta serta pihak pengawas proyek segera menindaklanjuti dan memperbaiki jika ditemukan pelanggaran teknis di lapangan. Transparansi dan tanggung jawab menjadi kunci utama agar kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah tetap terjaga.

(Bewok & Ison)

Mungkin Anda Menyukai