KARAWANG — Dinamika internal Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang mulai mengarah pada pembahasan serius mengenai kekompakan, strategi pengembangan media, komunikasi antar anggota hingga masa depan kepemimpinan organisasi.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat internal IWOI DPD Kabupaten Karawang yang digelar di Kafe Gokar, Jalan Bharata Raya No. 6, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Kamis (10/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) 3 IWOI DPD Kabupaten Karawang, Abdul Kosim, yang akrab disapa Uwa Kosim, menyoroti pentingnya membangun kekompakan di tengah beragamnya kemampuan yang dimiliki para anggota.

Menurut Uwa Kosim, persoalan internal organisasi tidak tepat jika hanya dilihat dari sudut pandang bahwa anggota tidak memiliki kemampuan. Justru, banyak anggota IWOI dinilai memiliki keterampilan jurnalistik dan kemampuan masing-masing.
Namun, kemampuan tersebut dapat menjadi tantangan apabila tidak disatukan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.

“Bukan masalah IWOI tidak kompak seperti apa. Justru banyak yang punya skill masing-masing. Tinggal kembali lagi kepada kita, apakah kita mau kompak seperti apa,” ujar Uwa Kosim.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekompakan organisasi bukan berarti seluruh anggota harus memiliki kemampuan yang sama. Sebaliknya, perbedaan kemampuan justru dapat menjadi kekuatan apabila diarahkan melalui kerja sama yang terstruktur.
IWOI Karawang Dinilai Memiliki Modal SDM
Uwa Kosim juga menyinggung perbandingan pola kerja IWOI dengan organisasi lainnya. Ia menilai IWOI Karawang memiliki modal sumber daya manusia yang cukup kuat.
Namun, menurutnya, keunggulan tersebut tidak cukup hanya dibicarakan. Kemampuan para anggota harus dibuktikan melalui kerja nyata.
“Kalau dibandingkan dengan organisasi lain, IWOI itu bagus-bagus. Tapi coba rekan-rekan buktikan. Karena kalau kita punya kemampuan, harus dibuktikan dengan kerja dan kekompakan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong para anggota untuk menghilangkan ego sektoral dan membangun pola kerja yang saling mendukung.
Sebab, organisasi yang dihuni oleh banyak orang dengan kemampuan berbeda justru membutuhkan komunikasi yang lebih kuat agar kemampuan individu tidak berubah menjadi sekat antar personal.
Syuhada: Kekompakan Menjadi Pekerjaan Rumah
Sementara itu, Ketua IWOI DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, menilai persoalan komunikasi dan kekompakan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Menurutnya, sinergitas dan komunikasi harus menjadi fondasi organisasi agar potensi masing-masing anggota dapat diarahkan menjadi kekuatan kolektif.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan tidak cukup hanya berbicara mengenai struktur jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap orang yang berada dalam struktur mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.
Target 100 Media hingga Akhir 2026
Dalam rapat internal tersebut, Syuhada juga memaparkan strategi pengembangan media.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 65 media, dengan target mencapai 100 media hingga akhir 2026.
Menurut Syuhada, pengembangan media tidak sekedar mengejar angka. Keberadaan media diharapkan mampu mendukung operasional sekaligus memberikan ruang bagi wartawan untuk berkembang secara profesional.
“Saya tetap konsisten. Sekarang sudah 65, target saya 100 media di akhir tahun 2026 ini. Jadi tetap saya konsisten,” ujar Syuhada.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan tersebut.
. Boleng
Berita Terkait
















Komentar