SMKN 1 Tirtajaya Undang Jumpa Pers Audensi Bertempat Di Ruang Rapat Meeting Room

SMKN 1 Tirtajaya Undang Jumpa Pers Audensi Bertempat Di Ruang Rapat Meeting Room.

Liputan : Tawij / Bholeng

KRIMINALGROUP.COM

KARAWANG II Terkait beredarnya berita online dibeberapa media. Kepala Sekolah Iwan Sutiawan SMKN 1 Tirtajaya sehingga undang wartawan Karawang untuk jumpa pers, bertempat di ruang rapat meeting room. Karawang Provinsi Jawabarat.

Dalam Rapat tersebut dihadiri Komite, Bendahara,Tata Usaha (T U) serta otoritas terkait, hak jawab antara Kepala Sekolah dan wartawan terus menerus meningkat instensif pertanyaan. Pada Kamis (16/3/2023)

Iwan Sutiawan sebagai Kepala Sekolah SMKN 1 Tirtajaya menjelaskan pada Acara Rapat tersebut. Bahwa terkait adanya sumbangan memang betul adanya, namun semua itu sudah di musyawarahkan dengan orang tua siswa murid. Saya rasa itu tidak ada masalah.

Sumbangan yang diminta oleh pihak sekolah pada waktu itu, memang kami agak lambat mengadakan rapat orang tua, harus dasar hukumnya Perbub dulu saat itu, Perbub 44 keluar kami sampaikan ke Komite, karena komite kebutuhan kami, silahkan tindak lanjuti, langsung komite membuat ini dengan orang tua. Setelah itu Perbub 44 ini dicabut, mungkin teman teman kasusnya tau permasalahan nya dimana, maka dicabut keluar Perbub 97. 97 ini yang berlaku sekarang. Nah kami saat rapat menggunakan 44 karena yang berlaku saat itu. Kata Iwan Sutiawan

Kemudian orang tua siswa mengikuti rapat dengan bukti pernyataan surat yang ditandatangani oleh orang tua, undangan dan disetujui oleh orang tua murid, kemudian orang tua memilih dua pilihan yaitu sumbangan yang ditulis sendiri. Memang Perbub itu harus kaya gitu,” Jelas Iwan Sutiawan S.pd

Lebih lanjut Iwan Sutiawan menguraikan, Untuk PNS ada 5, P3K 6, dan sisanya kurang lebih empat puluhan honorer. Honorer ini pembayarannya oleh BOPD jadi aman itu. operasinalnya dengan bos. Nah yang meningkatkan sarana dan prasarana ini tidak ada sumber. Dan masih banyak yang saya harapkan peran serta dari masyarakat. Urai Iwan Sutiawan.

Kami mencoba mengamankan aset, itu kami harus membuat meninggikan pagar karena pernah terjadi kebobolan. Yang pertama peruntukannya lapangan dibelakang sarana dan prasarana. Untuk operasional sih sudah tertutup oleh bos.

Sebenarnya saya trauma berbicara perpisahan. Anak anak sekolah itu ingin perpisahan menyampaikan kepada pihak sekolah. pihak sekolah awalnya menolak, namun mengarahkan ke siswanya kalau mau perpisahan silahkan sampaikan kepada orang tua kalian. Dan disetujui oleh orang tua wali murid. Kata Iwan Sutiawan S.pd.

Ketika ditanya terkait berapa jumlah nominal yang dibutuhkan sekolah, Iwan Sutiawan sebagai Kepala sekolah tidak bisa menjelaskan. Dengan alasan lupa.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan