Raja Ritonga : Apa yang Dilakukan Jurnalis Madina Bentuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar

- Jurnalis

Selasa, 11 Juli 2023 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Utara, Mandailing Natal – Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan menggelar serial diskusi bertema Dampak Pergaulan Bebas dan Pencegahannya di Taman Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (11/7/2023) siang.

Hadir sebagai narasumber Efrida Nasution, SP selaku Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Madina dan Ustad Raja Ritonga, Lc., MA sebagai Pemerhati Sosial sekaligus Dosen STAIN Madina. Ajang diskusi ini dipandu oleh Hanafi Lubis salah seorang jurnalis.

Elfrida mengatakan Pemerintah Daerah sudah banyak melakukan program dan kegiatan diantaranya sosialisasi, membentuk petugas hingga menyediakan rumah aman. Ia juga mengatakan pergaulan bebas itu merupakan dampak persoalan dalam keluarga dan lingkungan.

Baca Juga :  Masya Allah, 3 Ketua Karang Taruna Rela Hujanan dari Pantai Barat Antar Donasi Palestina ke Bagian Kesra

“Sudah banyak yang dilakukan, misalnya kegiatan sosialisasi dan petugas dilapangan namun peran orang tua itu cukup penting membantu mencegahnya, peran orang tua itu penting untuk menjaga anaknya,” ungkapnya.

“Jangan mudah percaya kepada anak, cek lebih ketat, peran orang tua paling penting mencegah pergaulan bebas anak ini,” tutupnya.

Sementara Ustad Raja Ritonga, Lc., MA sebagai narasumber kedua mengatakan cukup miris melihat kondisi saat ini. Ia menyampaikan ada pandangan dampak pergaulan bebas itu sudah seperti fenomena, padahal Madina ini Serambi Mekah Sumatera Utara, namun seraya dinodai akibat pergaulan bebas.

Baca Juga :  Laksanakan Patroli di Sejumlah Lokasi, Begini Pesan yang Disampaikan Personel Polsek Pahandut

“Kami melihat ada sesuatu yang harus kita bereskan, ini harus dilihat secara keseluruhan, tidak menghakimi sesuatu namun menjadi gerakan bersama untuk mengatasi ini,” kata Raja Ritonga.

“Kami melihat apa yang dilakukan kawan-kawan jurnalis adalah bentuk amar ma’ruf nahi munkar, bagaimana kita memang cukup prihatin atas kondisi ini dan bagaimana semua pihak punya peran mengatasinya, ini jangan hanya sebatas teori tapi aplikatif,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan dunia kampus juga menaruh perhatian atas kondisi sosial saat ini.

Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊