Dampak Saluran Pembuang Dangkal Areal Pesawahan di Desa Bolang Kebanjiran, Kades Minta di Normalisasi  

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : Saluran air yang perlu di Normalisasi.

KARAWANG // Kepala Desa Bolang Kecamatan  Tirtajaya Kabupaten Karawang, Ahmad Hidayat menyampaikan usulan permohonan bantuan pengerukan saluran pembuang di pesawahan kepada Bupati dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang

Pada usulannya, ia mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan terkait pendangkalan sungai-sungai pembuang di wilayahnya, yang sudah berlangsung cukup lama.

“Saya mengusulkan di Bulan Oktober 2024, minta normalisasi beberapa saluran air pembuang . Seperti saluran kobak parungoung, saluran cibebek lamaran, saluran cibabi, dan saluran kobak buled belut putih yang ada di Desa Bolang yang saat ini sudah terlihat pendangkalannya cukup parah,” sebutnya dalam status WhatsAppnya, Senin 14 April 2025.

Baca Juga :  Jaga Trantibum Selama Ramadhan, Perangkat dan Warga Desa Mekarasih Diimbau Aktifkan Ronda Malam

Poto : Saluran pembuang yang minta di Normalisasi.

 

Menurutnya, mengingat situasi diwilayah pesawahan blok cibugai , blok cibabi, dan blok lamaran sedang kebanjiran yang disebabkan oleh pendangkalan yang cukup parah pada saluran pembuang tersebut.

“air hujan tertampung dipesawahan tidak dapat mengalir kesaluran pembuang sehingga mengakibatkan banjir dipesawahan tersebut yang tak kunjung surut meskipun tidak turun hujan,” kata Kades.

Maka dirinya atas nama pemerintah Desa Bolang telah mengajukan permohonan bantuan normalisa saluran air tersebut yang bersifat mendesak mengingat saat ini sudah memasuki musim tanam untuk menanggulangi kebanjiran.

Baca Juga :  Ketua DPD NasDem Purwakarta Berikan Hadiah Turnamen Bola Voliy SS, CUP. 2021

“Panen musim sekarang aja yang gagal panen lebih dari 50 hektar akibat banjir,” ucap Kades.

Poto : Pesawahan yang terendam banjir.

Dirinya berharap agar permohonan normalisa itu cepat direalisasi, sesuai dengan progrm pemerintah mendorong swasembada pangan saluran lancar petani makmur.

“Pendangkalan ini sangat mengkhawatirkan karena bisa mempengaruhi kehidupan petani, terutama saat musim hujan tiba. Kami mengusulkan agar normalisasi segera dilakukan untuk mencegah banjir lebih parah,” pungkas Kades Ahmad.

(Bolenk)

Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Hukum

Polsek Bilah Hilir Ringkus Terduga Pengedar Sabu

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:18 WIB

TNI Polri

Indahnya Berbagi Bersama Polsek Na IX-X Polres Labuhanbatu

Jumat, 17 Jul 2026 - 21:56 WIB

Oplus_16908288

TNI Polri

Polsek Na IX-X Gelar Jum’at Curhat Bersama Masyarakat

Jumat, 17 Jul 2026 - 21:19 WIB

Tak Berkategori

Sidang TPP Lapas Rantauprapat Bahas Hak Integrasi 38 Warga Binaan

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:46 WIB