Sumatera Utara, Mandailing Natal – Peristiwa perampokan, pembunuhan disertai pencabulan yang menimpa korban atas nama DF (15), asal Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu yang lalu masih meninggalkan duka mendalam berbagai pihak, terutama bagi keluarga.
Hal ini juga dirasakan oleh Edi Adwar, S.Sos anggota Komisi II DPRD Madina dari Partai PAN. Edi
mengaku sangat prihatin atas peristiwa tragis yang menimpa korban.
“Saya sebagai pribadi dan anggota DPRD Madina di Komisi II yang berasal dari Dapil IV turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya saat ditemui media ini di Panyabungan, Rabu (6/08/2025) sore.
Sebagai seorang ayah, Edi Adwar juga mengungkapkan bagaimana perasaan orang tua korban menghadapi kenyataan yang menimpa keluarganya.
“Oleh karenanya, Saya selaku anggota DPRD yang berasal dari Dapil IV Madina akan mendorong supaya Komisi I di DPRD Madina yang membawahi hukum untuk mengambil peran dalam kasus ini,” tegas Edi Adwar.
Saat ditanya apa tanggapannya terkait pres rilis Polres Madina terkait hasil pemeriksaan pelaku pembunuhan DF, anggota Paskibra di Kecamatan Natal.
“Saya merasa apa yang disampaikan oleh pelaku terlalu banyak yang janggal. Pihak APH harus membuka kasus ini seterang-terangnya agar rasa keadilan dan kemanusian terpenuhi. Apalagi kasus ini cukup menarik perhatian publik yang cukup luas dan mengingat kejahatan ini begitu kejam dan sadis,” jawabnya.
Edi Adwar berharap kepada segenap masyarakat yang berasal dari wilayah Pantai Barat Kabupaten Madina kiranya turut dalam memantau dan mengawal kasus ini hingga tuntas dengan hasil yang seadil-adilnya.
Kasus ini mendapat sorotan luas dari masyarakat karena tingkat kekerasan yang dilakukan terhadap korban serta usia DF masih muda dan sedang mengikuti pelatihan Paskibra jelang HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Natal, Madina.
Berita awal kehilangan Diva Febriani (DF) dilanjutkan dengan kabar pembunuhannya telah ramai dan viral di media sosial.
Yunus selaku tersangka mengakui membunuh DF di kebun sawit milik PT. RMM di Desa Taluk, Natal. Usai menghabisi nyawa korban, Yunus menguburnya di areal kebun sawit tersebut.
Yunus ditangkap Polisi di rumah abangnya bernama Yusuf di Desa Bonda Kase, Natal dan tersangka pembunuh DF ini masih di tahan di Polres Madina.

