Truk Muatan Pasir Diduga Blong Rem, Hantam Kios Gas dan Tewaskan Dua Warga di Sukatani

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Truk Muatan Pasir Diduga Blong Rem, Hantam Kios Gas dan Tewaskan Dua Warga di Sukatani

PURWAKARTA  – Kecelakaan maut terjadi di kawasan turunan Cibentar, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kamis (2/4/2026) malam, sekira usai waktu Isya. Sebuah dump truk bermuatan pasir diduga mengalami blong rem saat melintasi jalan menurun dalam kondisi hujan rintik-rintik.

Menurut informasi yang dihimpun, truk tersebut melaju tak terkendali hingga menghantam sebuah kios gas di pinggir jalan. Nahas, di lokasi tersebut terdapat dua orang dewasa yang diduga sedang berteduh dari hujan. Keduanya langsung tertabrak dan dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca Juga :  Keceriaan Hari Anak Nasional di Sentra Insyaf Medan

Identitas sementara korban diketahui merupakan warga Desa Nagrak, Kecamatan Darangdan. Keduanya disebut masih memiliki hubungan keluarga, yakni kakak dan adik.

“Awalnya terdengar suara keras, terus ada teriakan warga,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Pasca kejadian, kedua korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans setempat dan dibawa ke RSUD Bayu Asih untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Fenomena Baru di Karawang: Aplikasi Lokal GOKAR Tiba tiba Melejit

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengemudi dump truk maupun informasi terkait kemungkinan adanya korban lain. Aparat setempat masih melakukan penanganan di lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur rawan turunan wilayah Purwakarta, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, sementara pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Laporan: Junaedi/Tisna

Berita ini 7 kali dibaca