Tragis! Buruh Harian Lepas di Ciampel Tewas Diduga Terjerat Benang Layangan

Tragis! Buruh Harian Lepas di Ciampel Tewas Diduga Terjerat Benang Layangan

KARAWANG — Peristiwa tragis kembali menggemparkan warga Karawang. Seorang pria berinisial C (32), buruh harian lepas, meninggal dunia setelah diduga terjerat benang saat mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Ciampel, Kamis sore (30/4/2026).
Insiden maut tersebut terjadi di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas sepeda motornya, dengan luka serius di bagian leher yang menyebabkan pendarahan hebat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sebelum terjatuh korban sempat berteriak meminta pertolongan sambil menyebut dirinya terkena benang. Dua orang saksi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku mendengar teriakan tersebut.

Sementara seorang saksi lain yang pertama kali mendekat menyebutkan bahwa darah sudah mengalir deras dari leher korban.

Warga sekitar bersama petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun sayang, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Petugas dari Polsek Ciampel bersama tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Dugaan sementara mengarah pada benang layangan sebagai penyebab utama kecelakaan fatal tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam peristiwa tersebut.

Di sisi lain, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan memilih menerima kejadian ini sebagai musibah. Keputusan keluarga tersebut dihormati oleh aparat kepolisian, tanpa menghentikan proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya laten benang layangan yang kerap digunakan tanpa memperhatikan risiko keselamatan, terutama di ruang publik dan jalur lalu lintas.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa berulang kali terjadi dan bahkan merenggut nyawa.

Masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara di wilayah terbuka yang rawan aktivitas bermain layangan. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada hilangnya nyawa, sekaligus memunculkan pertanyaan besar: sampai kapan ancaman benang layangan ini terus memakan korban sebelum ada langkah tegas dan sistematis untuk menghentikannya.

Reporter: Boleng

Mungkin Anda Menyukai