Warga Keluhkan Pengecoran JUT Desa Kertajaya Karawang Tim Monev Kecamatan Jangan Diem diem bae

Warga Keluhkan Pengecoran JUT Desa Kertajaya Karawang Tim Monev Kecamatan Jangan Diem diem bae

KARAWANG II Pengerjaan pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang tepatnya di Dusun Jatiboros I RT 009/RW 003 dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, pengecoran (JUT) Jalan usaha tani yang sedang dikerjakan saat ini terkesan asal jadi, diduga tidak sesuai spek teknis pekerjaan dan RAB (Rancangan Anggaran Belanja),” Rabu 5 Juli 2023.

Menurut keterangan warga setempat inisial (UD), pekerjaan pengecoran JUT yang menelan Anggaran sebesar Rp.52.465.800, dengan Panjang 237 meter, Lebar 1,2 meter dan Tinggi 0,10 cm, bersumber dari dana APBN Dana Desa Tahap II Tahun 2023 tersebut dikerjakan tidak memakai dasar pengerasan dan terkesan asal jadi, langsung di cor.

“Pengecoran JUT tersebut dalam pengerjaannya tidak memakai pengerasan batu bescos terlebih dahulu. Seharusnya sebelum di cor pakai pengerasan dulu agar kwalitasnya bagus, kuat dan tahan lama, tidak cepat hancur dan hasilnya bisa dirasakan oleh para petani. Namun ini malah langsung di cor tanpa pengerasan,” kata UD kepada wartawan media ini.

Pengerjaan pengecoran JUT belum apa-apa sudah terlihat ada yang retak ditengahnya. Kualitas pengerjaannya seperti ini, kata UD, paling dalam jangka waktu satu musim saja JUT bakal sudah hancur.

“Saya ikut mengawasi dalam pengelolaan dana desa ini, termasuk dalam penggunaannya. Dengan pengerjaan pengecoran JUT yang dikerjakan terkesan asal jadi ini, saya duga pekerjaan ini tidak sesuai spesifikasi dan RAB, saya kecewa,” ungkapnya.

Dengan adanya pengerjaan pengecoran JUT yang dikerjakan terkesan asal jadi ini, UD pun berharap kepada pihak terkait dalam hal ini tim Monev Kecamatan Jayakerta dan Dinas DPMD Karawang untuk mengkroscek ke lokasi dan menindaklanjuti, diduga pengerjaan pengecoran Jalan usaha tani (JUT) tersebut dikerjakan terkesan asal jadi tidak sesuai spesifikasi dan RAB.

Guna melengkapi pemberitaan, kemudian awak media berupaya menemui Kepala Desa Kertajaya, namun sayangnya kades tidak ada di lokasi dan di kantor desa pun tidak ada, sehingga berita ini diterbitkan. (H.Bolenk)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan