Akibat Banyaknya Titipan, Sejumlah Kades di Madina Kebingungan

- Jurnalis

Kamis, 7 Maret 2024 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANDAILING NATAL (HK) – Para Kepala Desa di Kabupaten Mandailing Natal sekarang ini kebingungan dalam menggunakan anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ke Desanya, pasalnya terlalu banyak titipan-titipan sejumlah pihak di dalam anggaran Dana Desa tersebut.

Seperti yang disampaikan sejumlah Kepala Desa beberapa waktu yang lalu kepada awak media ini, dimana mereka saat ini tidak berani mengajukan pencairan karena sangat terlalu banyak titipan-titipan yang harus mereka sahuti diluar program unggulan yang wajib mereka masukkan di APBDes mereka.

“Saat ini aja APBDes kita belum juga di posting karena banyaknya titipan sehingga banyak program yang sudah disepakati di dalam musdes harus kita korbankan,” ujar salah seorang kepala Desa di Kecamatan Bukit Malintang yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (07/03/2024).

Baca Juga :  Sekcam Cilamaya Wetan Monev Kegiatan Pembangunan Dana Desa

Lebih lanjut disampaikan para Kepala Desa tersebut bahwa sampai saat ini mereka belum bisa mengajukan pencairan akibat APBDes belum di posting, karena banyak titipan titipan yang tidak bisa kita masukkan di APBDes.

“Makanya sekarang ini akibat banyaknya titipan titipan tersebut sehingga apabila kita tidak memasukkan titipan tersebut maka APBDes tidak bisa diposting, memang seharusnya kita yang posting namun akibat keterbatasan kemampuan kita, maka kita percayakan kepada orang lain,” Ujar Kades tersebut.

Baca Juga :  Mas Peri Bertanya, Benarkah Dana Desa Gembongan 2024 Telat Cair Lantaran  Pengajuannya Belum di Tandatangani Plt.Camat Banyusari 

Hal yang sama juga disampaikan para Kepala Desa di Kecamatan Siabu, akibat banyaknya titipan titipan tersebut maka mereka kebingungan dalam mengelola Dana Desa di Desanya.

“Kita biarkan saja tidak mengajukan pencairan kalau memang kita yang menjadi korbannya nantinya, memang kita para Kepala Desa ini ibarat makan buah simalakama, diterima salah tidak diterima juga kita salah,” jelas Kades di Siabu.

Dilanjutkan Kades tersebut, kita sudah utang sana utang sini untuk menutupi kebijakan kebijakan, nah ini kita diwajibkan memasukkan sejumlah kegiatan yang kita tidak tahu dari mana kegiatan ini,” ahiri para Kades tersebut.

Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terbaru

Hukum

Polsek Bilah Hilir Ringkus Terduga Pengedar Sabu

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:18 WIB

TNI Polri

Indahnya Berbagi Bersama Polsek Na IX-X Polres Labuhanbatu

Jumat, 17 Jul 2026 - 21:56 WIB

Oplus_16908288

TNI Polri

Polsek Na IX-X Gelar Jum’at Curhat Bersama Masyarakat

Jumat, 17 Jul 2026 - 21:19 WIB

Tak Berkategori

Sidang TPP Lapas Rantauprapat Bahas Hak Integrasi 38 Warga Binaan

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:46 WIB