Poto kondisi Jalan Poros Rawagempol Kulon–Sukatani Cilamaya Wetan Karawang Rusak Parah.
KARAWANG — Pengguna jalan yang melintasi jalan poros penghubung antara Desa Rawagempol Kulon menuju Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah. Jalan tersebut kini berlubang besar dan dipenuhi genangan air, sehingga membuat warga maupun pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama di musim hujan seperti sekarang.
Pantauan di lapangan, kondisi badan jalan tampak berlubang cukup dalam di berbagai titik. Saat hujan turun, air menggenang dan menutupi permukaan jalan, membuat para pengendara tidak dapat memperkirakan mana bagian yang aman untuk dilalui. Akibatnya, tak jarang kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak atau tergelincir di genangan air yang cukup dalam.
Seorang warga, Dede , yang setiap hari melintas di jalur tersebut mengaku resah dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
“Kalau hujan, airnya menggenang parah. Kita tidak bisa lihat mana yang bolong, jadi sering oleng bahkan ada yang jatuh. Kalau malam tambah bahaya karena gelap,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Rina pengguna jalan lainnya. Ia mengatakan bahwa jalan poros ini merupakan akses utama masyarakat dari Desa Rawagempol Kulon menuju Sukatani dan wilayah sekitarnya, termasuk ke sekolah.
“Jalan ini ramai setiap hari, tapi sayang kondisinya rusak begini. Sudah lama tidak diperbaiki, padahal penting untuk warga,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga tersebut, aparat Desa Rawagempol Kulon, Ifan, membenarkan bahwa jalan poros tersebut memang berada di wilayah desanya dan kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan semakin parah ketika musim hujan karena air kerap menggenang di permukaan.
“Betul, posisi jalan itu berada di Desa Rawagempol Kulon. Kondisinya memang sudah lama berlubang dalam, dan kalau musim hujan pasti tergenang air,” jelas Ifan saat ditemui, Rabu (12/11/2025).
Ifan menambahkan, pihak Pemerintah Desa Rawagempol Kulon sudah berupaya melakukan perbaikan sementara dengan cara menimbun menggunakan sirtu (pasir batu) di beberapa titik yang rusak. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama karena intensitas hujan tinggi dan arus kendaraan yang cukup padat menyebabkan permukaan jalan kembali rusak.
“Sudah beberapa kali kami lakukan penimbunan pakai sirtu supaya bisa dilalui lebih nyaman, tapi tidak bertahan lama. Hujan turun, tergenang air lagi, dan jalan kembali berlubang,” kata Ifan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak desa sudah mengajukan perbaikan jalan tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Karawang dengan panjang sekitar 75 meter. Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum mendapatkan realisasi.
“Dari pihak desa sudah kami ajukan ke Dinas PUPR Karawang untuk dilakukan perbaikan sepanjang 75 meter. Kami berharap segera ditindaklanjuti karena jalan ini akses utama warga antar desa,” tambahnya.
Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Karawang segera turun tangan memperbaiki jalan poros yang menjadi akses vital tersebut. Selain membahayakan pengguna jalan, kondisi rusak dan tergenang air juga berpotensi menghambat kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah Cilamaya Wetan.
“Harapan kami, pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Jangan hanya ditambal sementara, tapi sekalian dicor biar awet dan nyaman dilalui,” ujar salah seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan poros Rawagempol Kulon–Sukatani masih rusak dan belum ada tanda-tanda dimulainya perbaikan dari pihak terkait. Warga hanya bisa berharap agar perbaikan jalan tersebut segera direalisasikan, mengingat peran pentingnya sebagai jalur penghubung utama antar desa di wilayah Cilamaya Wetan. (Nasahbandi)

