Uang Rakyat Rp189 Juta Dipertaruhkan Belum Lama di Cor Jalan Dusun Jungklang Pamekaran Retak, Dinas Diminta Audit CV Pakar Bangunan Kontruksi

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Uang Rakyat Rp189 Juta Dipertaruhkan Belum Lama di Cor Jalan Dusun Jungklang Pamekaran Retak, Dinas Diminta Audit CV Pakar Bangunan Kontruksi

KARAWANG – Proyek cor peningkatan jalan lingkungan di Dusun Jungklang, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menuai sorotan keras publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Pakar Bangunan Konstruksi itu diduga dikerjakan secara asal-asalan. Pasalnya, baru beberapa hari selesai dikerjakan, kondisi jalan sudah mengalami retak-retak di sejumlah titik.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan pada Selasa, 16 Desember 2025, proyek cor jalan lingkungan yang berlokasi di RT 002 RW 003 Dusun Jungklang tersebut tampak tidak sesuai harapan warga. Retakan terlihat jelas di beberapa bagian permukaan jalan, meski proyek tersebut masih terbilang baru.

Proyek peningkatan jalan lingkungan ini menelan anggaran cukup fantastis, yakni sebesar Rp189.532.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025, dan dilaksanakan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Karawang.

Baca Juga :  3 Orang Warga Sibanggor Julu di RSUD Madina Diduga Keracuna Gas H2S

Kondisi jalan yang sudah rusak di usia dini ini memicu kekecewaan dan kekhawatiran warga Kecamatan Banyusari. Warga mempertanyakan kualitas material, metode pengerjaan, serta pengawasan dari dinas terkait. Mereka khawatir, jika sejak awal sudah mengalami keretakan, maka jalan tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.

“Ini pakai uang rakyat, anggarannya ratusan juta. Tapi baru dikerjakan sudah retak. Kalau seperti ini, jelas kami khawatir kualitasnya,” ungkap salah seorang warga setempat.

Warga mendesak agar dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kualitas bangunan, mulai dari mutu beton, ketebalan cor, hingga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sementara itu, mandor pelaksana proyek bernama Brave, saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, memberikan klarifikasi. Ia menyebut bahwa keretakan yang terjadi saat ini sedang dalam proses perbaikan.

Baca Juga :  Ini Daftar Ibu-Ibu Yang Tertimbun Saat Mencari Butiran Emas Di Kecamatan Linggabayu

“Sama orang betonnya sedang diperbaiki yang retak-retaknya itu, kang. Itu kan dari kemarin ramai diberitakan oleh media. Kebetulan saya sudah ketemu sama orang medianya, dan sudah mau diapresiasi juga sama beliau. Itu juga permintaan media supaya diperbaiki,” ujar Brave.

 

Namun demikian, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Warga menilai, perbaikan seharusnya dilakukan karena tanggung jawab teknis pekerjaan, bukan semata-mata karena ramai diberitakan media.

Masyarakat berharap, DPRKP Karawang tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi teknis di lapangan. Jika ditemukan indikasi pengerjaan yang tidak sesuai standar, warga meminta agar pihak pelaksana bertanggung jawab penuh dan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Proyek infrastruktur desa dinilai tidak boleh dijadikan ajang coba-coba, apalagi sekadar mengejar target penyerapan anggaran. Kualitas dan daya tahan bangunan harus menjadi prioritas utama demi kepentingan masyarakat luas. (Boleng)

Follow WhatsApp Channel kriminalgroup.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syukuran Pembukaan Kantor Cabang PT JIC Banyusari, Buka Harapan Baru Lapangan Kerja Warga Karawang
Syukuran Nelayan Nadran Laut Tengkolak Desa Sukakerta 2026 Digelar Meriah Selama Sepekan
Karya Jurnalistik Syuhada Wisastra Jadi Yang Terbaik
13 DPW IKM Telah Laporkan Abu Janda ke Polisi Salah Satunya dari Babel
Isbat Terpadu Membantu Mentalitas Masyarakat pada Paradigma Nikah di Bawah Umur
Isbat Nikah, Dampak dari Perkawinan di Bawah Umur
Kades dan Sekdes Balebandung Jaya Diduga Sulit di Temui Media
Ratapan Pekerja Harian Lepas Polri: Bekerja Tanpa Arah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:12 WIB

Syukuran Pembukaan Kantor Cabang PT JIC Banyusari, Buka Harapan Baru Lapangan Kerja Warga Karawang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:13 WIB

Syukuran Nelayan Nadran Laut Tengkolak Desa Sukakerta 2026 Digelar Meriah Selama Sepekan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:08 WIB

Karya Jurnalistik Syuhada Wisastra Jadi Yang Terbaik

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

13 DPW IKM Telah Laporkan Abu Janda ke Polisi Salah Satunya dari Babel

Senin, 25 Mei 2026 - 10:21 WIB

Isbat Terpadu Membantu Mentalitas Masyarakat pada Paradigma Nikah di Bawah Umur

Berita Terbaru

Ragam Berita

Karya Jurnalistik Syuhada Wisastra Jadi Yang Terbaik

Sabtu, 6 Jun 2026 - 08:08 WIB