Mandailing Natal (HK) _ Banjir luapan sungai Aek Ranto Puran yang melanda Desa Gunung Tua Jae, Desa Saba Jambu, Desa Pagaran Tonga, Desa Gunung Manaon, Jum’at (30/10/2026) selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga turut merendam belasan hektar lahan pertanian warga.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Syail Lubis, Jum’at (30/10/2026) menyampaikan bahwa sedikitnya 14,5 Hektar lahan pertanian warga terendam banjir luapan Aek Ranto Puran.

Adapun rincian lahan pertanian yang terdampak banjir Aek Ranto Puran, di Desa Saba Jambu tergerus air seluas lebih kurang 0,1 Hektar, dan terdampak 0,4 Hektar. Di Desa Gunung Manaon terdapat padi umur 45 Hari tanam seluas 3 Hektar, dan padi umur 15 Hari tanam seluas 10 Hektar sementara di Desa Gunung Tua Jae terdapat 1 Hektar lahan sawah terbawa arus air Aek Ranto Puran.


Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pertanian Syail Lubis mengatakan bahwa saat ini sudah melakukan pendataan BNBA dan berkoordinasi dengan BPBD Madina untuk pendataan dan pemilihan kategori kerusakan terdampak banjir luapan Aek Ranto Puran.
“Dinas Pertanian telah melakukan Pendataan BNBA serta Pemilahan Kategori Kerusakan dan koordinasi dengan BPBD.” Jelas Syail Lubis.

(MS)
Berita Terkait
















Komentar