Mandailing Natal (HK) _ Curah hujan berintensitas sedang hingga lebat di Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengakibatkan sejumlah sungai mengalami peningkatan debit air sehingga menyebabkan luapan dan membanjiri pemukiman dan tidak luput juga lahan pertanian warga.
Salah satu sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan adalah sungai Ranto Puran, berdasarkan keterangan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Mukhsin Nasution, Jum’at (30/10/2026) mengatakan bahwa luapan sungai Ranto Puran sempat merendam 5 (Lima) Desa di Kecamatan Panyabungan.
“Luapan sungai Ranto Puran malam tadi merendam 5 Desa, yakni Desa Saba Jambu, Desa Manyabar, Desa Manyabar Jae, Desa Pagaran Tonga, Desa Gunung Manaon” Jelasnya.

Selanjutnya, Mukhsin memaparkan bahwa di 3 Desa debit air luapan sungai Ranto Puran sudah surut dan warga telah kembali ke rumah masing – masing untuk membersihkan material lumpur yang dibawa luapan air.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa hingga Pagi Jum’at (30/10/2026) masih terdapat 2 Desa yang dialiri luapan sungai Ranto Puran, akibat adanya tanggul yang jebol dan saat ini BPBD Madina telah berkoordinasi dengan PUPR Madina untuk melakukan penanganan tanggul jebol agar luapan air tidak lagi masuk ke Desa Pagaran Tongan dan Gunung Manaon.

“Pagi ini masih ada 2 Desa yang dialiri luapan sungai Ranto Puran akibat adanya tanggul jebol, saat ini Kita sudah turunkan alat berat untuk menangani tanggul jebol agar luapan air tidak lagi masuk ke pemukiman warga” Ungkap Mukhsin Nasution.

Akibat luapan sungai Ranto Puran warga sempat mengungsi ke rumah – rumah yang posisinya berada lebih tinggi dan tidak terendam banjir, untuk kebutuhan korban luapan banjir BPBD Madina telah menyiapkan dapur umum, dan pembersihan rumah ibadah serta rumah warga telah mulai ditangani oleh BPBD Madina dengan Sat Pol PP Damkar Madina.
Lahan Pertanian Terdampak Banjir
Banjir luapan sungai Ranto Puran yang melanda 5 Desa di Kecamatan Panyabungan tidak hanya mengenai pemukiman warga, disejumlah tempat turut terkena lahan pertanian warga sehingga terancam akan mengalami gagal tanam dan gagal panen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Peternakan Madina, Syail Lubis yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa untuk luas lahan pertanian warga terdampak banjir masih dalam tahap pendataan.
“Saya sudah arahkan Anggota untuk turun ke lapangan melakukan pendataan berapa luas lahan terdampak banjir luapan sungai Ranto Puran” jelasnya.
(MS).
Berita Terkait
















Komentar