Jelang Pilkades Kasitrantib Yasser Tegaskan Ketertiban Bukan Sekedar Seremonial

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Banyusari, Kabupaten Karawang, memperkuat sinergi pengamanan guna memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Langkah tersebut bukan sekadar rutinitas pengamanan, melainkan bagian dari upaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk kemungkinan konflik antarpendukung calon kepala desa, praktik politik uang, hingga provokasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Pengamanan rutin dilaksanakan pada Sabtu malam (24/10/2026), mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Camat Banyusari, Tri Warakanti, didampingi Kasi Trantib Kecamatan Banyusari Yasser Arafat, Kapolsek Banyusari Iptu Sugiarto beserta anggota, serta perwakilan Karang Taruna Kecamatan Banyusari.

Sinergi antara unsur pemerintah kecamatan, Polri, TNI melalui Koramil Jatisari, Satpol PP, dan Linmas menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung.

ANTISIPASI KERAWANAN, PATROLI DAN PEMETAAN WILAYAH DIPERKUAT

Dalam upaya mengantisipasi potensi gangguan, pengamanan difokuskan pada koordinasi lintas sektor, pemetaan wilayah yang berpotensi rawan, serta patroli rutin di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian. Potensi gesekan antarpendukung, dugaan praktik politik uang, serta penyebaran provokasi menjadi hal yang perlu diwaspadai bersama. Karena itu, pengawasan dan komunikasi antarpihak terus diperkuat, terutama selama masa kampanye hingga memasuki masa tenang menjelang hari pencoblosan.

Satpol PP bersama jajaran kecamatan dan Polsek Banyusari juga melakukan koordinasi serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya persoalan yang dapat merusak jalannya demokrasi di tingkat desa.

Baca Juga :  Trotoar Bukan Lahan Iklan, Reklame Halangi Akses Disabilitas Jadi Sorotan Tajam

CAMAT TRI WARAKANTI: BEDA PILIHAN JANGAN MEMUTUS PERSAUDARAAN

Camat Banyusari, Tri Warakanti, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pilkades yang aman dan damai tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam menentukan pemimpin desa merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk bermusuhan, menyebarkan provokasi, ataupun memutus hubungan persaudaraan.

“Pilkades adalah urusan bersama, bukan hanya urusan calon dan tim sukses. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita semua. Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Banyusari, baik pendukung maupun kontestan, untuk menjaga kondusivitas. Beda pilihan boleh-boleh saja, namun persaudaraan tidak boleh putus,” ujar Tri Warakanti.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades di wilayah Kecamatan Banyusari dapat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan maupun konflik yang merugikan masyarakat.

“Semoga Pilkades di wilayah kita berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang membawa keberkahan bagi desa masing-masing,” tambahnya.

YASSER ARAFAT TEGASKAN KETERTIBAN BUKAN SEKADAR SEREMONIAL

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Banyusari, Yasser Arafat, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan pengawasan, patroli, koordinasi lintas sektor, serta pembinaan kepada masyarakat selama tahapan Pilkades berlangsung. Menurutnya, menjaga ketertiban bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menahan diri dan menghormati proses demokrasi.

Baca Juga :  Aswin Parinduri Fokus di Pileg Walau Dapat Jagoan Golkar di Pilkada Madina

“Satpol PP bersama jajaran akan terus berpatroli dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Kami tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian,” tegas Yasser Arafat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun tindakan yang berpotensi memicu perselisihan.

“Mari kita jaga wilayah kita bersama, agar proses demokrasi di Banyusari berjalan dengan bermartabat dan aman,” lanjutnya.

JANGAN BIARKAN PILKADES MERUSAK KERUKUNAN WARGA

Penguatan pengamanan oleh Forkopimcam Banyusari menjadi bagian dari ikhtiar menjaga agar kompetisi politik di tingkat desa tetap berlangsung dalam koridor demokrasi yang sehat. Pilkades sejatinya merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dianggap mampu membawa kemajuan bagi desanya. Karena itu, persaingan antarkandidat harus tetap mengedepankan etika, kedewasaan politik, serta penghormatan terhadap pilihan masing-masing warga.

Aparat dan masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menentukan pilihan secara bebas. Pada akhirnya, kemenangan seorang calon kepala desa tidak seharusnya dibayar dengan rusaknya hubungan sosial antarwarga.

Demokrasi boleh berkompetisi, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga. Pilkades yang sukses bukan hanya tentang siapa yang menang, melainkan juga tentang bagaimana seluruh masyarakat tetap rukun setelah kontestasi berakhir.

Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊