Doa Bersama Pada Acara Sedekah Bumi Desa Banyuasih – Banyusari

Liputan : Irwan

KRIMINALGROUP.COM
KARAWANG II Sebagian besar warga di wilayah Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang memiliki tradisi sedekah bumi atau nyadran. Masyarakat memaknai, sedekah bumi lebih banyak diartikan mengirim doa bagi arwah leluhur masing-masing. Selain itu, juga kerap disebut sebagai rasa syukur atas hasil bumi.
Isi acaranya hampir sama, yakni membaca doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Mengenai tempat pun juga beragam, ada yang di punden, makam, maupun tempat-tempat yang dianggap keramat lainnya.

Sebagai warna acara yang sudah diyakini secara turun temurun itu, biasanya seusai berdoa bersama akan pulang dengan membawa nasi berkat dari tetangganya.
Di Desa Banyuasih , Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang misalnya, kebiasaan di daerah ini, di setiap acara sedekah warga membawa panggang atau tumpeng saat menggelar doa bersama. Selain itu panitia lokal juga menyediakan beberapa jamuan.
“Tidak lain ini wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rahmat dari Allah SWT,” ungkap Kepala Desa Banyuasih, Rohim Suherman, saat membuka acara doa bersama di halaman kantor desa, Senin (27/2/2023).
Dari pantauan kriminalgroup.com di lapangan pada sore hari sedekah bumi, doa dipanjatkan para warga di halaman kantor desa banyuasih.
Disebutkan, di wilayah itu acara sedekah bumi digelar di setiap tahun dan sudah temurun. Namun perbedaannya, saat ini sudah dikemas lebih religius dan islami.
“Semoga dengan budaya sedekah bumi ini, masyarakat selalu dirahmati Allah dan dijauhkan dari segala balak,” pungkas Kades Banyuasih Rohim.
Berita Terkait
















Komentar