Musim Penghujan, Dinkes Madina Himbau Warga Waspadai DBD

- Jurnalis

Rabu, 6 Desember 2023 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Brosur cara cegah demam berdarah (kanan) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal, dr. M. Faisal Situmorang (kiri). Foto: Joki Nasution.

Brosur cara cegah demam berdarah (kanan) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal, dr. M. Faisal Situmorang (kiri). Foto: Joki Nasution.

Sumatera Utara, Mandailing Natal – Tingginya curah hujan terutama di wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) dikhawatirkan akan semakin memudahkan nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menghimbau masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaannya dengan melakukan berbagai langkah pencegahan dan antisipasi sejak dini.

Apabila perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti sudah bertambah banyak, tentu potensi penularan penyakit DBD akan semakin besar.

“Ketahuilah penyakit DBD dan gejala awal penyakit DBD itu, dimana penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr. Muhammad Faisal Situmorang saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (6/12/2023) pagi.

Dokter Faisal menjelaskan gejala awal ketika terjangkit penyakit DBD adalah panas tinggi mendadak 2 sampai 5 hari, tubuh terasa lemas dan lesu, timbul bercak (bintik) merah pada kulit dan terasa nyeri pada ulu hati.

Baca Juga :  Jembatan Bersama Rusak, Warga Batahan Gelar Goro Dibantu SDM PT. Palmaris

Dinkes Madina menghimbau kepada masyarakat jika menemukan anggota keluarganya atau orang lain yang menimbulkan tanda-tanda terjangkit DBD untuk segera membawanya ke puskesmas dan rumah sakit.

“Jika ditemukan penderita dengan gejala awal kasus DBD diharapkan agar segera dapat membawa penderita ke puskesmas dan rumah sakit terdekat,” himbaunya.

Dijelaskannya, Penyakit DBD ini tidak bisa diberantas hanya dengan melakukan pengasapan atau fogging saja. Selain itu masyarakat juga dianjurkan untuk meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berupa pembersihan selokan/got, tempat air/bak, air di dalam dan luar rumah agar terhindar dari jentik-jentik nyamuk.

“Tingkatkan gerakan 3M+ (3M Plus) yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. Sekurang-kurangnya seminggu sekali, Plus memakai lotion anti nyamuk dan sejenisnya, tidur menggunakan kelambu, menabur bubuk larvasida/abate di wadah penampungan air,” tutur dr. M. Faisal Situmorang, Rabu (6/12/2023) pagi.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan  Di Madina Diduga Mark Up , Dua Ormas Akan Tempuh Jalur Hukum

Kadis Kesehatan Kabupaten Madina ini juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memantau dan melaporkan jika ada indikasi demam ke arah DBD, sehingga bisa segera ditangani dan diobati.

Sebagai informasi, Penyakit DBD di Kabupaten Madina dari Januari 2023 hingga hari ini, 6 Desember 2023 terdapat 24 orang terjangkit DBD dan 22 orang dinyatakan sembuh, 2 pasien meninggal dunia. Namun saat ini ada 1 orang sedang dirawat inap dan 1 orang merupakan pasien yang baru masuk.

Berikut beberapa gejala umum dari penyakit DBD dikutip dari Dinķes Madina :

* Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;

* Nyeri kepala berat, nyeri, otot, dan tulang;

* Nyeri pada bagian belakang mata;

* Nafsu makan menurun, mual muntah;

* Pembengkakan kelenjar getah bening;

* Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan,

* Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.

Follow WhatsApp Channel kriminalgroup.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dengan Slogan “Maju Bersama Desa Sukakerta”, Idris Mantap Menuju Pilkades 2026
13 DPW IKM Telah Laporkan Abu Janda ke Polisi Salah Satunya dari Babel
Jelang Malam Takbiran dan Solat Idul Adha Polsek Caringin Polres Garut Intensifkan Pengamanan
Lembaga DPW KPK Tipikor jabar Sesalkan Mandeknya Pelayanan Publik di Kelurahan Nagrikidul Terkait Administrasi Hak Waris
Jalan Penghubung Tiga Desa di Plered Berlubang dan Tergenang Air, Warga Harap Perhatian Serius Pemkab Purwakarta
Ahmad Ripai Pimpin HMI-MPO Cabang Madina Periode 2026-2027
Kantor Desa Kemiri Jayakerta Kehilangan Perlengkapan, Pemerintah Desa Aktifkan Piket
Bimtek BUMDes Jayakerta Dorong Transparansi Keuangan dan Ketahanan Pangan Desa
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:18 WIB

Dengan Slogan “Maju Bersama Desa Sukakerta”, Idris Mantap Menuju Pilkades 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

13 DPW IKM Telah Laporkan Abu Janda ke Polisi Salah Satunya dari Babel

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:37 WIB

Jelang Malam Takbiran dan Solat Idul Adha Polsek Caringin Polres Garut Intensifkan Pengamanan

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:49 WIB

Lembaga DPW KPK Tipikor jabar Sesalkan Mandeknya Pelayanan Publik di Kelurahan Nagrikidul Terkait Administrasi Hak Waris

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:40 WIB

Jalan Penghubung Tiga Desa di Plered Berlubang dan Tergenang Air, Warga Harap Perhatian Serius Pemkab Purwakarta

Berita Terbaru

Ragam Berita

Karya Jurnalistik Syuhada Wisastra Jadi Yang Terbaik

Sabtu, 6 Jun 2026 - 08:08 WIB