Sebagai Orang Tua Kades Kertajaya Laporkan Kasus Perkelahian Dua Siswi di Kecamatan Jayakerta ke Polres Karawang 

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : Diduga Perkelahian Dua Siswi  SMPN 1 Jayakerta.

KARAWANG – Perkelahian antara dua siswi SMP di Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut beredar luas.

Dalam video yang beredar, kedua siswi terlihat saling baku hantam di area persawahan, sementara beberapa teman mereka hanya menyaksikan dan merekam tanpa berusaha melerai.

Salah satu siswi yang terlibat dalam perkelahian itu diketahui merupakan anak Kepala Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Desa Kertajaya, Saefi Anwar, sebagai orang tua dari siswi berinisial RPA (13 tahun) yang bersekolah di SMPN 1 Jayakerta, secara resmi telah melaporkan kejadian ini ke Polres Karawang.

Baca Juga :  Perang Melawan Narkoba, Polda Kalteng Amankan Sabu Lebih 800 Gram

Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/363/III/2025/SPKT/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, tanggal 20 Maret 2025.

Menanggapi kejadian ini, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang telah mengambil langkah untuk mencari informasi serta melakukan mediasi dengan semua pihak terkait.

“Dinas Pendidikan telah berusaha mencari informasi dan melakukan mediasi dengan semua pihak. Kami juga telah menugaskan pengawas pembina untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kabupaten Karawang, Yanto. Jumat(21/03/2025).

Lebih lanjut, Yanto menyampaikan bahwa persoalan ini masih dalam proses penyelesaian dan pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru dari laporan pengawas Disdikpora.

Baca Juga :  Tidak Kurang Dari 24 Jam Pelaku Pembunuhan di Jatisari Berhasil Ditangkap 

“Belum selesai, masih berproses untuk mencari solusi terbaik bagi anak-anak yang terlibat. Saat ini, saya masih menunggu perkembangan terbaru dari laporan pengawas guna menentukan langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada upaya Kepala Sekolah SMPN 1 Jayakerta, Kusnadi, untuk memberikan tanggapan terkait insiden ini.

Saat dikonfirmasi awak media, baik melalui telepon atau pesan via WhattApps, ia seakan-akan memilih untuk tidak memberikan komentar. (Bolenk)

Berita ini 4 kali dibaca