Petani Desa Medankarya Desak Pemerintah Lakukan Normalisasi Sungai SS Tambun

- Jurnalis

Minggu, 13 April 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Desa Medankarya Desak Pemerintah Lakukan Normalisasi Sungai SS Tambun

KARAWANG // Normalisasi sungai merupakan program penting untuk mengatasi banjir dan menjaga kelancaran aliran air. Normalisasi sungai juga harus menjadi program prioritas pemerintah untuk mengurangi risiko bencana tahunan yang merugikan masyarakat secara sosial dan ekonomi. Hal ini sejalan dengan misi kedelapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita nya, yaitu menciptakan kehidupan harmonis dengan lingkungan dan alam.

Namun sayang, program yang di canangkan tersebut tak sejalan dengan yang di harapkan. Seperti halnya aliran sungai yang ada di wilayah desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang masih membutuhkan campur tangan serius pemerintah dan dinas terkait.

Pasalnya, aliran air di SS Tambun yang di butuhkan oleh masyarakat petani yang berada di wilayah tersebut merasa kurang efektif dan terhambat karena beberapa faktor. Sehingga hal tersebut dikeluhkan oleh sejumlah warga khususnya para petani yang berada di wilayah desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya.

Menanggapai hal tersebut Umar selaku Ketua GP3A desa Medankarya kepada awak media mengatakan, bahwa dengan melihat kondisi tersebut ia mendesak agar pemerintah dan dinas terkait segera melakukan normalisasi.

Baca Juga :  Wabup Madina Ajak Masyarakat Maknai Al-Qur'an Sebagai Pedoman Hidup

“Menanggapi banyak keluhan dari warga, terutama para petani yang saat ini sedang membutuhkan pasokan air kami meminta kepada pemerintah dan dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi, karena kondisi sungai di SS Tambun ini terlihat sudah dangkal dan banyaknya tumbuh tumbuhan sehingga menjadikan lambat dan tersumbatnya arus air ke lahan pertanian.” Ucapnya, Minggu (13/5/2025).

“Dan saat ini, masyarakat petani disini sedang musim tanam padi, sehingga pasokan air sangat di butuhkan, sedangkan air yang di butuhkan tersebut menurut kami kurang efektif karena kurang lancar sampai ke lahan lahan pertanian, mungkin karena kedangkalan dan tersumbat. Maka dari itu, agar lebih bisa memperlancar aliran air di sungai ini kami meminta kepada pemerintah dan dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi, karena memang ini urgen dan sungai SS Tambun ini memang harus sudah di lakukan normalisasi.” Ungkapnya.

Senada dengan RS Bargo Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Tirtajaya, ia mendesak agar pemerintah dan dinas terkait segera melakukan normalisasi, mengingat kondisi kedangkalan lumpur disungai tersebut sudah terlihat.

“Kami dan masyarakat petani khususnya para petani yang ada di wilayah desa Medankarya saat ini sudah masuk musim tanam padi, jadi kebutuhan pasokan air sangat di butuhkan, sementara aliran air nya lambat sampai ke lahan pertanian karena lumpur yang sudah dangkal sehingga banyaknya hambatan oleh tumbuh tumbuhan yang ada di saluaran air.” Ujarnya.

Baca Juga :  Eli Mahrani : Banyak Inovasi Positif Bagi Anak dan Perempuan

“Jadi menurut kami agar bisa memberikan kelancaran kami meminta kepada pemerintah dan dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi di SS Tambun karena ini menurut kami sifatnya urgen.” Pungkasnya.

Sementara itu menurut Syamsul selaku Kepala UPTD PUPR Wilayah V saat di minta tanggapannya terkait hal tersebut mengatakan, bahwa pihaknya pun terus berupaya mendorong ke pemerintah dan pihak terkait.

“Waalaikumsalam, siap bapakku. Bantu dorong terus supaya bisa cepat terealisasi.
Kalo berbicara kewenangan itu adalah kewenangan BBWS, kita bicara kepentingan masyarakat khususnya petani, hayu kita bareng bareng bantu dorong.” Ujarnya saat di hubungi melalui pesan Whatsap.

“Saya sudah mengusulkan. Kebijakan dan keputusan tetap ada di Kepala Dinas.” Tandasnya.

“Pada prinsipnya saya mendukung jika diadakan normalisasi SS Tambun, untuk mendukung program ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah, yang menjadi permasalahan saluran tersebut bukan kewenangan Pemkab melainkan BBWS.” Pungkasnya.

(H.Bolenk)

Follow WhatsApp Channel kriminalgroup.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dengan Slogan “Maju Bersama Desa Sukakerta”, Idris Mantap Menuju Pilkades 2026
13 DPW IKM Telah Laporkan Abu Janda ke Polisi Salah Satunya dari Babel
Jelang Malam Takbiran dan Solat Idul Adha Polsek Caringin Polres Garut Intensifkan Pengamanan
Lembaga DPW KPK Tipikor jabar Sesalkan Mandeknya Pelayanan Publik di Kelurahan Nagrikidul Terkait Administrasi Hak Waris
Jalan Penghubung Tiga Desa di Plered Berlubang dan Tergenang Air, Warga Harap Perhatian Serius Pemkab Purwakarta
Ahmad Ripai Pimpin HMI-MPO Cabang Madina Periode 2026-2027
Kantor Desa Kemiri Jayakerta Kehilangan Perlengkapan, Pemerintah Desa Aktifkan Piket
Bimtek BUMDes Jayakerta Dorong Transparansi Keuangan dan Ketahanan Pangan Desa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:18 WIB

Dengan Slogan “Maju Bersama Desa Sukakerta”, Idris Mantap Menuju Pilkades 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

13 DPW IKM Telah Laporkan Abu Janda ke Polisi Salah Satunya dari Babel

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:37 WIB

Jelang Malam Takbiran dan Solat Idul Adha Polsek Caringin Polres Garut Intensifkan Pengamanan

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:49 WIB

Lembaga DPW KPK Tipikor jabar Sesalkan Mandeknya Pelayanan Publik di Kelurahan Nagrikidul Terkait Administrasi Hak Waris

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:40 WIB

Jalan Penghubung Tiga Desa di Plered Berlubang dan Tergenang Air, Warga Harap Perhatian Serius Pemkab Purwakarta

Berita Terbaru