Kalimantan Tengah, Palangka Raya – Diduga kuat penyebab jalan semakin rusak dikerenakan truk pengangkut bermuatan kayu log melebihi kapasitas. Terindikasi truk tersebut dari pabrik yang berasal dari Desa Dahain Tambuk Kabupaten Gunung Mas Salah satu milik perusahaan PT. HPL.
Terkait adanya aktivitas pengangkutan kayu log bermuatan beban melalui jalan darat juga menggunakan jalan umum dengan truk posu besar. Akhirnya mengakibatkan jalan poros Gumas antar provinsi semakin rusak.
Terhubung kepada salah satu awak media online Buser 86 kota Palangka raya (Gon) pada 8 Januari 2023, ada sebuah laporan masyarakat terkait masalah penyebab jalan semakin rusak ke wartawan investigasi (Gon).
Menerima laporan tidak dipungkiri ini tugas wartawan akhirnya (Gon) segera meninjau kebenaran juga mencari pakta dilapangan.
Melalui info warga setempat, ternyata benar adanya satu pabrik kayu log yang berada di Kabupaten Gumas desa Dahian Tambuk.
Saat awak media mau konfirmasi ke lokasi pabrik tersebut yang ada di Desa Dahian Tambuk ternyata yang nampak hanya buruh kasar saja yang bekerja di pabrik kayu log tersebut.
Saat dikonfirmasi media online ke salah satu warga Desa Dahian Tambuk yang tidak mau disebutkan namanya itu terkait mengenai kepemilikan kayu Log.
“Kami tidak tau pak, kami hanya pekerja buruh saja,” jelasnya.
Begitu juga salah satu warga menuturkan, kepemilikan kayu log tersebut berasal dari daerah kota Solo.
Media online Buser 86 kota Palangka raya (Gon) juga Membenarkan adanya kegiatan aktivitas Pengiriman kayu melalui jalan poros Kahayan yang menggunakan alat transportasi truk puso.
Aktivitas tersebut sudah diatur oleh struktur lapangan keberangkatan dengan truk puso besar bermuatan kayu log tersebut, kebanyakan di mulai start mau menjelang malam hari agar menyempati jalan sepi. Kerena jalan yang dilalui tempat kota Palangka Raya yang mana banyak masyarakat berlalu lalang untuk beraktivitas.
Keberangkatan truk-truk besar itu diduga melalui dari seberang Kahayan yang bertujuan ke Banjar Masin.
Dengan adanya kegiatan Aktivitas truk besar yang bermuatan kayu log, tersebut mengundang kontrapiksi dalam perbincanga masyarakat Kalteng hususnya kota Palangka Raya. Hal ini juga menjadi teka teki masyarakat kenapa dengan adanya truk posu besar bermuatan kayu log ini seenaknya seperti mengikuti pawai, bebas leluasa saat melintasi jalan raya seperti di kota Palangka Raya.
“Ini sangat diduga keras seolah olah ada keterlibatan pihak oknum yang berkepentingan pribadi. Akhirnya menjadikan pengusaha logeng tersebut kebal dari hukum. Diduga juga kepada pihak-pihak atau oknum yang terkait seolah-olah tidak mengatahui Aktivitas tersebut alias selalu tutup mata,” pungkasnya. (AH-dkk)












Komentar